Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca
 
 
SEMARANG METRO

12 September 2012
Guru Diminta Mengawasi

SEMARANG - Kepala Sekolah menjadi pihak yang dianggap paling bertanggung jawab pada kejadian kekerasan di SMAN 3 Semarang. Selain perilaku yang sedemikian menyeramkan untuk remaja seumuran mereka, juga lantaran kejadian yang berlangsung di lingkungan sekolah.

Kejadian tersebut juga memunculkan beberapa pertanyaan. Bagaimana siswa bisa sedimikian mudah melakukan kekerasan dan dari mana ide asal kekerasan tersebut. ”Kegiatan apa pun harusnya ada guru yang mengawasi, sehingga semuanya berada dalam kontrol sekolah,” kata Dosen Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, Hastaning Sakti,  Selasa (11/9).

Seandainya siswa sudah izin dan melakukan kebohongan dalam praktik kegiatannya, ini sudah termasuk belum berhasilnya pendidikan karakter yang telah diajarkan di sekolah.

Kebohongan yang menyebabkan banyak siswa lain cedera cukup parah.  Menurutnya, ide tersebut memang bisa diperoleh dari media, namun budaya kekerasan diyakini sudah ada beberapa tahun silam.

Mengenai ujian fisik berupa kekerasan untuk masuk dalam komunitas tertentu, menurutnya, itu sama sekali tidak wajar. Apalagi usia mereka masih muda. ”Wajar saja saat remaja mereka butuh eksistensi diri dan cenderung narsis, tapi budaya kekerasan tetap bukan kewajaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada sekolah untuk membuat laporan mengenai kasus kekerasan tersebut.

’’Saya sudah mendengar terkait kasus kekerasan yang terjadi di SMA 3 Semarang. Saya meminta kepala sekolah membuat laporan kronologi kejadian tersebut,’’ tuturnya, kemarin.

Menurut dia, karena segala kegiatan di satuan pendidikan yang memegang kendali adalah kepala sekolah, maka keputusannya dikembalikan kepada pihak sekolah. Namun, dirinya menghimbau jika memang kelompok SSC itu tidak masuk dalam ekstrakurikuler sekolah, lebih baik dibubarkan. Sebab, kegiatan yang menimbulkan keresahan masyarakat di sekolah akan berdampak pada pembentukan karakter generasi bangsa kedepan.

Bunyamin menambahkan, segala kegiatan ekstrakurikuler wajib didampingi oleh guru pembimbing dan diketahui orang tua siswa. (K3,H81-39)

© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved
Groups