SOLO METRO
12 September 2012
LINTAS JATENG Pilkades Massal Terancam Batal
KLATEN- Pemilihan kepala desa (pilkades) di 297 desa tahun 2013 terancam batal. Pasalnya, masa tugas anggota badan perwakilan desa (BPD) berakhir serentak, Desember mendatang. Sementara untuk membentuk BPD baru, dikhawatirkan tak dapat segera terwujud karena desa minim anggaran.
Satgas Paguyuban Kepala Desa Bhakti Manggala Kabupaten Klaten Sugiyanto mengatakan, kondisi tersebut sangat dilematis. Sebab desa tidak memiliki anggaran untuk membentuk BPD baru.
”Anggaran tidak ada karena alokasi dana desa (ADD) sudah berkurang sejak lama,” ujarnya, Selasa (11/9). Menurutnya, ADD yang menjadi penopang keuangan desa semula Rp 50 juta/desa. Namun sejak dua tahun terakhir hanya Rp 25 juta/desa/tahun. Dana itu habis untuk kegiatan operasional pemerintah desa. Itu pun kadang pemdes harus nombok. Karena itu, tak ada dana untuk membentuk BPD baru.
Khusus di desanya, yakni Desa Sengon, pembentukan BPD baru sudah diprogramkan akhir tahun ini. Pemdes memperkirakan butuh Rp 1 juta dan itu hanya anggaran kosong karena sumber pendanaannya belum jelas. Pemkab yang diharapkan dapat membantu pembentukan BPD, ternyata tidak mengalokasikan anggaran. Dalam surat edaran yang diterima pemerintah desa berkaitan dengan instruksi pembentukan BPD, disebutkan Pemkab tidak mengalokasikan anggaran. Pembentukan BPD diserahkan ke masing-masing desa. Jika desa tidak memiliki uang, dia khawatir banyak desa tidak akan membentuk BPD.
Dampaknya, lanjut Kades Sengon, Kecamatan Prambanan itu, pilkades akan gagal. Sebab BPD yang berperan dalam pengusulan dan pemberhentian kepala desa tidak ada. Meskipun keanggotaan BPD bisa penunjukan, tetapi hal itu juga tidak mudah. Sebab tidak banyak warga yang mau menjadi anggota BPD. Padahal, pilkades dilaksanakan massal akhir April 2013 dan pelantikan Mei 2013. Sebelumnya diberitakan, ribuan anggota BPD pensiun massal bulan Desember. Dikhawatirkan kontrol dan kinerja pemerintaha desa akan vakum (SM/ 7/9).
Kades Jetis, Kecamatan Juwiring Sri Sumedi mengatakan, pilkades tahun sebelumnya dilaksanakan bulan April dan dilantik tanggal 15 Mei.
”Masih cukup atau tidak waktu untuk membentuk BPD itu yang perlu dipikirkan,” ungkapnya.
Sebab meskipun mekanisme pembentukan BPD hanya seperti penunjukan langsung, tetapi tetap diperlukan proses dan biaya. Persoalan itu, menurut Kabag Tata Pemerintahan Pemkab Klaten Jaka Purwanto SH, tidak akan terjadi. Sebab saat ini masih cukup waktu untuk membentuk BPD. Surat edaran terkait instruksi untuk membentuk BPD ke desa sudah disebarkan melalui kecamatan. Terlebih, pilkades massal dilaksanakan April 2013 sehingga desa memiliki waktu yang cukup untuk membentuk BPD. (H34-61,23)
Petani Tewas di Sawah
SRAGEN - Paimin Padmo Sudoko (60), petani warga Bendungan RT 05, Kedawung, Sragen, Senin, pukul 21.00 ditemukan tewas di lahan persawahan. ”Pak Paimin meninggal diduga karena hipertensi, dan asam urat,” tutur AKP Sudiro, Kapolsek Kedawung, kemarin.
Saksi Sutris (35), mengatakan, semula korban, Senin (10/9) pukul 05.00, meninggalkan rumah. Dia tidak segera pulang hingga larut malam. Tetangga dan keluarga mencari ke desa-desa tetangga. Saksi Sutris (35), dan Sriyanto (33), akhirnya menemukan Paimin dalam kondisi meninggal di sawah.
Dokter Agus Sukoco, petugas Puskesmas Kedawung yang melakukan visum tidak menemukan tanda luka-luka bekas penganiayaan.”Dokter Sukoco mengetahui riwayat kesehatan korban yang sering berobat padanya,” tutur AKP Sudiro. (nin-76,23) |