SOLO METRO
12 September 2012
Mobil Ambulans RSU Banyudono Tak Layak
BOYOLALI - Kondisi mobil ambulans RSU Banyudono dinilai sudah tidak layak. Mobil dinilai sudah tak layak pakai, karena kondisinya sudah tua dengan peralatan yang serbamanual. ”Selain untuk kendaraan medis pasien, juga dimanfaatkan sebagai mobil jenazah,î ujar Kepala TU RSU Banyudono, Sri Rejeki.
Dijelaskan, pihaknya hanya memiliki satu mobil ambulans. Fasilitas di dalam mobil keluaran 2003 itu juga minim. Mobil tidak dilengkapi dengan berbagai alat pertolongan pertama bagi pasien.
Bahkan, dragbar yang ada di dalam mobil pun harus diangkat secara manual, bukan dragbar yang beroda. Selain itu, kondisi di dalam mobil juga tidak dilengkapi dengan AC, sehingga kondisi pasien yang kritis akan semakin tersiksa dalam perjalanan rujuk ke rumah sakit lainnya.
Hal ini mengingat pasien rujuk biasanya pasien dengan kondisi parah.
”Kondisinya memang sudah tua, bahkan seringkali kalau digunakan untuk merujuk pasien ke rumah sakit lain, sering jadi bahan ejekan teman-teman di rumah sakit lainnya. Dragbar-nya harus diangkat manual depan-belakang.î
Namun ironisnya, mengingat kebutuhan pasien sehingga seringkali rumah sakit pun menyewa atau pinjam mobil ambulans dari pihak lain. Adapun pembayaran dilakukan oleh pihak pasien sendiri. Padahal, idealnya rumah sakit memiliki dua mobil ambulans. ”Satu mobil digunakan untuk mobil rujukan pasien, dan satu lagi untuk mobil jenazah. Namun, lantaran hanya memiliki satu mobil, sehingga mobil ambulans yang ada digunakan secara bergantian.î
Pihaknya berharap, ada bantuan pengadaan mobil ambulans oleh Pemkab Boyolali. Hal ini, mengingat kebutuhan mobil ambulans merupakan kebutuhan vital.
”Kami berharap pada tahun anggaran mendatang, mobil ambulans tersebut dapat dikabulkan.îTerpisah, Ketua DPRD Boyolali, S Paryanto menyatakan dukungannya atas rencana pengadaan mobil ambulans. (G10-76,23) |