Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca
 
 
SOLO METRO

30 Agustus 2012
Warga Palur Tutup Jalan

  • Dampak Proyek Flyover

KARANGANYAR-Warga Dusun Palur, Desa Ngringo Kecamatan Jaten nekat menutup jalan di lingkungan mereka, Rabu (29/8). Sebab mereka khawatir jalan di lingkungan mereka rusak.

Pasalnya, setelah ada proyek pengeboran tiang pancang fondasi atau bore pile untuk fly over Palur, banyak kendaraan dan angkutan umum melintas di jalan-jalan perkampungan di lingkungan mereka. Tindakan penutupan jalan dilakukan, setelah mereka menggelar audiensi dengan Camat Jaten Drs Bachtiyar Syarif dan Kapolsek Jaten AKP Suryanto, di Balai Desa Ngringo.

Subagyo, Kepala Dusun Palur, yang ditemui usai audiensi mengatakan, semenjak ada pengalihan arus karena ada proyek jalan layang Palur, banyak sekali motor dan angkutan umum melintas di jalan-jalan di lingkungan mereka. Bahkan banyak di antaranya yang beratnya melebihi kapasitas jalan kampung.

Hal itu membuat warga khawatir, jalan yang dibangun dengan dana swadaya itu akan rusak.

"Puncaknya terjadi saat arus mudik Lebaran lalu, jalan kampung menjadi macet."

 Subagyo yang juga Bayan Desa Ngringo itu mengemukakan, sebenarnya pihak Satlantas Polres Karanganyar juga sudah menentukan pengalihan arus, mengantisipasi kemacetan yang terjadi karena ada proyek jalan layang Palur. Yakni, kendaraan dari arah Surabaya diarahkan melalui Ring Road Jaten, adapun dari arah Solo dibelokkan melalui pertigaan Botol menuju Terminal Palur.

Kendaraan dari arah Karanganyar dilewatkan ke Songgo Runggi.

"Warga berharap jangan sampai pengalihan arus itu membuat kendaraan melintas di jalan kampung, tetapi ternyata tidak bisa. Puncaknya saat Lebaran lalu, jalan menjadi macet, mau masuk tidak bisa, mau keluar juga tidak bisa," tandasnya.

Khawatirkan Keselamatan

Dia menegaskan, jalan kampung di sekitar lokasi proyek tersebut tidak memadai untuk dijadikan jalur alternatif. Banyak kendaraan terutama sepeda motor saat melintas di jalan kampung dengan kecepatan tinggi.

Hal itu membuat warga yang memiliki anak kecil khawatir dengan keselamatan anak mereka. Karena itu warga sepakat menutup jalan kampung, agar tidak merepotkan polisi yang mengatur lalu-lintas.

"Warga banyak yang mengeluhkan dan melaporkan hal ini," tegasnya lagi.

Kapolsek Jaten AKP Suryanto mengatakan, warga mengharapkan agar jalan kampung mereka tidak menjadi perlintasan kendaraan, dengan berbagai alasan. Setelah ada proyek jalan layang, banyak sekali kendaraan yang memilih melintas di jalan kampung.

"Hal itu membuat fisik jalan kampung menjadi rusak. Alasan keamanan, banyak anak kecil sementara volume kendaraan semakin banyak," ungkapnya.

Kapolsek berjanji meneruskan keinginan warga ini kepada Satlantas. Camat Bachtiyar juga siap menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Pemkab. (H53-26)

© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved
Groups