Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca
 
 
SOLO METRO

30 Agustus 2012
Railbus Kurang Diminati

SOLO-Pengoperasian Railbus Batara Kresna sejak awal bulan ini, ternyata kurang mendapat sambutan dari masyarakat. Terbukti, jumlah penumpang setiap hari minim.

Kepala Stasiun Purwosari, Bakti Sulistyo menjelaskan, setiap hari railbus dari Solo ke Sukoharjo atau sebaliknya pada keberangkatan pagi hanya terisi antara 10-20 penumpang. Adapun keberangkatan dari Solo-Yogyakarta, jumlah penumpang berkisar 70 orang.

Artinya, baru sepertiga kapasitas railbus terisi. Padahal kereta ini sebenarnya diharapkan bisa menjadi salah satu moda transportasi anyar, yang mampu mengurangi kepadatan penumpang di kereta api (KA) Prambanan Ekspress (Prameks).

"Mungkin jam keberangkatannya terlalu mepet dengan KA lokal lain. Terlebih tarif KA lain lebih murah dibanding railbus," ucap dia, Rabu (29/8).

Tarif railbus dipatok Rp 20.000 untuk Solo-Yogyakarta pada pukul 09.00. Sekitar 17 menit sebelum railbus dijalankan, KA Madiun Jaya Ekonomi berangkat pada pukul 08.43.

Tidak berselang lama dari railbus, Prameks berangkat pada pukul 09.15. Baik Madiun Jaya ekonomi dan Prameks hanya mematok tarif Rp 10.000 untuk/penumpang.

"Kami sedikit terbantu dengan banyaknya penumpang dari Yogyakarta. Biasanya kereta dalam kondisi penuh saat menuju Purwosari," ucap dia.

Perlu Dievaluasi

Pada libur Lebaran lalu, jumlah penumpang sempat naik, khususnya untuk tujuan Sukoharjo pada jadwal keberangkatan sore. Jumlah penumpang sampai lebih 100 orang. Sayang kondisi ini tidak bertahan lama, setelah Lebaran penumpang kembali sepi.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta, Yosca Herman Soedradjat menjelaskan, operasional railbus masih perlu evaluasi. Terutama dari sisi selter yang menurut rencana didirikan di Solo Grand Mall dan Beteng Trade Center.

Pihaknya merasa telah siap untuk mendirikan selter ini. Sayang, sampai sekarang PT KAI Daerah Operasional VI belum bisa menjadwalkan pemberhentian di kedua selter tersebut.

"Akhirnya, railbus tidak memiliki keunikan dibanding kereta lain, karena hanya berhenti di sejumlah stasiun. Kalau selter ini sudah ada, pasti jumlah penumpang bisa terdongkrak. Wisatawan dari Yogyakarta yang ingin berbelanja di Solo bisa langsung berhenti di depan tujuan dengan kereta tersebut," tegasnya. (K6-26)

© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved
Groups