SUARA BANYUMAS
30 Agustus 2012
Mutasi Pejabat Masih Terbuka
PURWOKERTO- Meski sudah memasuki akhir masa jabatan, Bupati Banyumas Mardjoko mengatakan masih terbuka kemungkinan kembali melakukan mutasi pegawai. Terutama jika jelas terjadi pelanggaran dilakukan PNS.
‘’Nek jelas-jelas ana pegawai nyolong (korupsi), ana sing pensiun, ya mutasi. Pokokke sampai titik darah penghabisan (berakhir masa jabatan),’’ kata Mardjoko usai silaturahmi dengan PNS se-Banyumas di GOR, baru-baru ini.
Bahkan, Mardjoko mengingatkan agar semua dinas bersiap menghadapi evaluasi. Kepada inspektorat juga diminta bekerja profesional, maksimal. ‘’Saya minta semua siap-siap, sebentar lagi mau ada evaluasi,’’ katanya mengingatkan.
Dalam catatan Suara Merdeka, setidaknya sudah tiga kali Mardjoko menyatakan permintaan maaf kepada pegawai soal mutasi. Yakni saat Festival Kenthongan, apel pertama masuk kerja, dan silaturahmi di GOR.
‘’Baperjakat (yang merumuskan dan evaluasi pegawai) juga manusia biasa, jadi bisa salah. Untuk itu mohon maaf jika ada yang tidak berkenan (karena mutasi),’’ katanya saat memberi sambutan.
Membantah
Ditanya apakah permintaan maaf itu karena terkait rencananya maju kembali dalam Pilkada 2013? Mardjoko dengan tegas membantah.
‘’Tidak ada kaitan, tapi murni karena kesadaran manusia itu punya salah, makanya meminta maaf. Tidak hanya pada Tuhan, tetapi juga sesama,’’ ungkapnya.
Sehari sebelumnya, Mardjoko didampingi Wabup Achmad Husein menghadiri silaturahmi keluarga besar DPRD Banyumas. Kehadirannya juga menjadi ‘’catatan’’ tersendiri setelah kurang lebih empat tahun tidak hadir dalam acara tahunan serupa di DPRD.
Wakil Ketua DPRD, Mustofa SAg, bahkan menyebut Mardjoko dengan al mukarom saat sambutan. ‘’Al mukarom itu artinya yang mulia. Bupati saya sebut begitu karena mau datang dalam silaturahmi DPRD setelah empat tahun absen,’’ kata politisi PKB itu.(K38-1723) |