 |
 |
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
BERITA UTAMA
17 Agustus 2012
Kijang Masuk Jurang, Tiga Tewas
- Pemudik Bermotor Kuasai Jalur Pantura
WONOGIRI- Mobil pemudik asal Jakarta Toyota Kijang kapsul B-1285-KVD warna merah hati masuk jurang di Dusun Koripan Desa Kedungombo Baturetno, kilometer 35 jalur Wonogiri-Pacitan, Kamis (16/8) pukul 05.00. Tiga penumpang tewas dan lima lainnya luka-luka.
Korban tewas adalah Desi (40), Marimin (38), dan Alma (12). Mereka perantau yang akan pulang ke kampung halaman di Dusun Ngancar RT 1 RW VIII Desa Ranggajati Batuwarno Wonogiri.
Pada awalnya mereka menderita luka parah, terutama Desi dan Marimin. Keduanya hendak dirujuk ke rumah sakit di Solo setelah mendapat perawatan di RS Medika Mulya Wonogiri.
”Tapi baru sampai Sukoharjo, Marimin yang masih adik ipar Desi keburu tewas tidak tertolong,” ujar Soma (50), salah satu famili korban. Adapun korban yang mengalami luka, terdiri atas Afgar (4), Maryono (40), Anita (5), dan Puji Lestari (30), semuanya warga Dusun Ngancar, serta sopir Suntoro (41) penduduk asal Desa Bungur Kecamatan Tulakan, Pacitan, Jatim. Para korban luka dirawat di RS Medika Mulya. Mereka selama ini mencari nafkah di Jakarta dan bermukim di Kampung Poncol RT 17/RW7 Kelurahan Jati Jakarta Timur. Untuk merayakan hari Lebaran Idul Fitri 1433 H, mereka pulang kampung. Penyebab mobil masuk jurang diduga pengemudi, Suntoro mengantuk dan lelah.
Mobil Kijang mendadak nyelonong ke sisi kanan jalan dan terjerumus masuk jurang sedalam dua meter, yang berbatasan dengan areal persawahan. Bagian depan mobil ringsek, karena menabrak tebing tanggul. Mobil yang nahas itu kemudian dievakuasi menggunakan derek yang didatangkan dari Solo. Menurut Kapolres AKBPNi Ketut Swastika melalui Kasat Lantas AKP Juharno mengimbau kepada pemudik untuk istirahat bila memang kelelahan di perjalanan. ”Bisa jadi mereka tidak mau istirahat karena ingin cepat sampai ke kampung halaman,” ujar AKPJuharno.
Sementara itu, arus lalu lintas di jalur pantura Kabupaten Brebes, Kamis (16/8), terlihat dikuasai pemudik sepeda motor. Pada H-3 Lebaran, kendaraan jenis itu lebih mendominasi. Bahkan jumlahnya diperkirakan mengalami lonjakan tajam. Kendaraan di ruas pantura Wanasari-Kota Brebes merayap. Iringiringan kendaraan pemudik mengular hingga mencapai sekitar 10 kilometer. Di samping akibat lonjakan volume kendaraan, antrean kendaraan merayap diduga juga sebagai imbas terjadinya kecelakaan bus di ruas Cabawan, Kecamatan Margadana, Kota Tegal. Akibat kecelakaan itu, satu orang tewas dan empat lainnya luka-kuka. Korban tewas adalah kernet bus. Lonjakan volume pemudik sepeda motor itu mulai dirasakan sejak Kamis dini hari. Semakin siang jumlahnya semakin banyak.
Data Pos Polisi Cisanggarung, Losari, Kabupaten Brebes menyebutkan, hingga kemarin sore sebanyak 60.472 unit sepeda motor pemudik masuk Jateng melalui jalur pantura. Peningkatan volume pemudik sepeda motor tertinggi terjadi pukul 09.00-12.00, yakni, sebanyak 21.695 unit. Bahkan, dalam satu jam rata-rata melintas 8.000 unit sepeda motor. Jumlah itu dua kali lebih banyak dibanding H-4 yang hanya sebanyak 26.687 unit sepeda motor. Akibatnya, hampir seluruh ruas jalan di pantura dipadati pemudik sepeda motor. Lebih Lancar Sementara pantauan di pintu keluar tol Kanci- Pejagan, arus lalu lintas dari arah Jakarta cenderung lebih lancar.
Meski di pintu keluar itu juga sempat terjadi iring-iringan kendaraan. Di titik itu, petugas merapkan sistem buka tutup, dengan mengalihkan kendaraan yang keluar tol ke jalur tengah Brebes. Kendaraan pemudik yang menuju Purwokerto dialihkan melalui ruas Ketanggungan-Prupuk. Adapun kendaran yang menuju Semarang dialihkan melalui Ketanggungan-Sitanggal-Jatibarang-Slawi. “Hari ini lonjakan terjadi pada pemudik sepeda motor. Jumlahnya naik sangat tinggi. Kami perdiksi ini merupakan puncak bagi pemudik sepeda motor di jalur pantura,” ujar Koordinator Petugas Perhitungan Kendaraan di Pos Polisi Cisanggarung Losari, Siswandi, kemarin.
Lonjakan tajam kendaraan pemudik juga terlihat di ruas Tegal-Purwokerto. Meski demikian di ruas Ciregol Kecamatan Tonjong, Brebes, arus kendaraan mengalir ramai lancar. Sebelumnya, ruas ini dikhawatirkan akan menjadi titik sendat pemudik mengingat kondisinya masih bersifat darurat. Seperti diketahui, ruas penghubung Pantura dengan wilayah selatan ini sejak Maret dalam penanganan karena badan jalan ambles dan baru resmi dioperasikan untuk jalur mudik pada 6 Agustus lalu. Jika di Ciregol lancar, kepadatan kendaraan di sejumlah titik rawan macet, seperti di perlintasan KA Karangsawah di Kecamatan Tonjong, Pasar Tonjong dan Linggapura. Di dua pasar itu, kepadatan terjadi pagi hari antara pukul 07.00-10.00. Adapun di perlintasan KA Karangsawah, praktis terjadi antrean saat palang pintu ditutup. ”Titik-titik itu merupakan langganan macet. Memang terjadi kepadatan, namun masih dalam batas kewajaran,” kata Camat Tonjong Drs Hudiyono MSi di sela memantau arus mudik.
Kepadatan kendaraan cukup parah terpantau antara ruas Pagojengan-Kretek di wilayah Kecamatan Paguyangan. Pantauan sekitar pukul 17.00, ribuan kendaraan pemudik mengular hingga lebih dari dua kilometer. Antrean padat merayap itu membentang mulai dari perlintasan KA Kretek hingga Terminal Bumiayu di Jalan Lingkar. Padahal pada pagi hingga siang, buntut antrean kendaraan hanya sampai kawasan terminal lama. Puncak Arus Pantauan di pintu keluar tol Semarang- Ungaran hingga H-3 terlihat masih lengang. Meski demikian petugas Satlantas Polres Semarang tetap disiagakan di posko exit tol. Kasatlantas Polres Semarang, AKP Gusman Fitra memprediksi, puncak arus mudik Lebaran 2012 akan terjadi Jumat (17/8) malam atau Sabtu (18/8) pagi.
Guna mengantisipasi kemacetan, Satlantas Polres Semarang akan memberlakukan sistem tiga-satu dengan memprioritaskan laju kendaraan dari arah Semarang ke Bawen. “Lonjakan arus mudik tahun ini lebih bersifat fluktuatif,” tandasnya. Terpisah, Direktur Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng Ari Nugroho menyatakan, untuk memberikan pelayanan kepada pengguna jalan, maka gardu tol kami fungsikan situasional. ”Artinya, jika arus lalu lintas dalam kondisi normal dibuka tiga gerbang tol, namun saat ramai bisa lima gardu tol,” jelasnya. Guna memberikan pelayanan kepada pemudik, TMJ membuka dua posko yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna jalan yaitu di gerbang tol Banyumanik dan Ungaran. (P27,H38, H51,J17,H86,H68-26,77) |
|
|
|
|
|
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved |
|
|
|
|
|
 |
 |