Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca
 
 
SUARA KEDU

04 Agustus 2012
Ditemukan Daging Mengandung Cacing Hati

WONOSOBO - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Wonosobo memperketat lalu lintas hewan dan daging sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan daging glonggongan masuk di Kabupaten Wonosobo.

Fokus pengawasan dilakukan di pasar-pasar hewan dengan memeriksa kesehatan hewan ternak sapi terutama pasokan dari Kabupaten Boyolali.

Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan tim ke sejumlah pedagang di pasar Wadaslintang, kemarin (3/8) di Pasar Wadaslintang dan Sapuran, tidak ditemukan daging glonggongan.

Namun, di pasar Kaliwiro ditemukan 0,5 kilogram daging sapi yang sudah mengandung cacing hati.

Selain imbauan ke pedagang sapi, Disnakan juga memberikan pembinaan kepada pedagang daging ayam karena mayoritas daging yang dijual tidak memakai penutup sehingga berpotensi tercemar. Pengawasan juga dilakukan ke sejumlah pedagang pakan ternak untuk memastikan tidak ada dagangan kedaluwarsa yang diperjualbelikan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Wonosobo, Karyoto, mengemukakan, bukan hanya lalu lintas hewan ternak dari luar saja yang diawasi. Disnakan juga melakukan pemantauan penjualan daging sapi di beberapa pasar yang ada di Kabupaten Wonosobo.

“Kami akan memantau dan membina sejumlah pedagang daging agar jangan sampai beredar daging berbakteri yang membahayakan kesehatan,” katanya.

Kegiatan tersebut, imbuhnya, untuk mengantisipasi peredaran daging glonggongan atau daging yang terkena cacing hati.

Wajib ke RPH

Menurutnya pantauan akan dilakukan hingga jelang Lebaran mendatang. “Pada pekan pertama ini belum ada peningkatan konsumsi. Pengawasan terus kami lakukan hingga jelang Lebaran,” ujarnya.

Ditambahkan, sebelum dijual di pasaran, pedagang yang mengambil daging dari luar daerah, wajib memeriksakannya di rumah pemotongan hewan (RPH) di Wonosobo. Hal itu sudah sesuai ketentuan yang diterapkan.

“Meski di Wonosobo belum ada daging glonggongan namun pengawasan terus diperketat. Terutama hewan ternak dari luar daerah, khususnya dari Boyolali,” katanya.

Dalam pencegahan daging glonggongan masuk Wonosobo, imbuhnya, peran dan kerja sama para peternak juga sangat dibutuhkan. Peternak harus segera melapor kepada petugas kesehatan hewan terdekat, jika mendapati ada pedagang yang menunjukkan gelagat daging yang tidak sesuai standar layak.

Dia mengatakan, yang terpenting para peternak maupun pedagang hewan ternak yang membeli hewan ternak terutama sapi dan kerbau dari luar Wonosobo, wajib melaporkan dan memeriksakan kepada petugas kesehatan hewan di Wonosobo.

Selain pengawasan mandiri, Disnakan juga akan menggelar pengawasan bersama tim gabungan ke supermarket dan swalayan yang menjual daging. Pekan ini pengawasan sudah dilakukan di Pasar Kertek, Pasar Kaliwiro, Pasar Induk, Pasar Sapuran, dan Pasar Wadaslintang. (H67-78)

© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved
Groups