Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca
 
 
SOLO METRO

03 Agustus 2012
Jalani Pekerjaan sebagai Amanah

URUSAN bank tidak ada kaitan lang­sung dengan Biro Perjalanan Ha­ji. Namun di ta­ngan Djoko Eko Pra­setyo, kedua hal itu bisa dilakukan ber­dampingan. Ya, lelaki yang kini menjabat se­ba­gai pimpinan Bank Jateng Ca­bang Bo­yo­lali ini sekaligus menjabat sebagai penge­lola sebuah Biro Perja­lanan Haji Plus dan Um­roh wilayah Surakarta. Otomatis, waktunya semakin tersita untuk mengurusi keduanya. ”Ya, bagaimana lagi, jalani saja,” katanya santai.

Dijelaskan, tugas utama di Bank Jateng tak boleh diabaikan. Untuk itu, pekerjaan sebagai pengelola biro dia laksanakan sebagai sambilan saja. Artinya, kegiatan itu dilakukan tanpa mengganggu tugas utama. Dia pun memilih melakukannya di saat senggang maupun sepulang dari kantor.

Bahkan, tugas sebagai pengelola Biro Perjalanan Haji Plus dan Umroh itu pun diperolehnya tanpa sengaja. Saat itu, dia sedang melaksanakan ibadah haji. Menjelang wukuf, dia didekati pimpinan biro perjalanan haji yang berpusat di Jakarta.

”Lalu saya ditawari untuk mengelola wilayah Surakarta, ya saya terima saja. Ini adalah amanah, dan tak boleh dikesampingkan.”

Di depan warga yang berminat berangkat haji atau umroh melalui biro yang dia kelola, dirinya lebih banyak menempatkan diri sebagai teman. Bahkan, perbincangan lebih mengarah pada sharing atau saling berbagi. Dirinya yang sudah pernah pergi ke tanah suci menyampaikan pengalamannya.

”Dari mulai persiapan, berangkat, ibadah di sana hingga pulang kembali.”

Dirinya juga bersyukur jika ada yang berminat berangkat haji melalui bironya. Hal itu menandakan bahwa dia dan seluruh jajaran biro perjalanan haji mendapat kepercayaan. Amanah itu pun tak boleh diabaikan dan harus dipertanggungjawabkan.

”Caranya, ya melayani para jamaah agar mereka bisa melaksanakan ibadah dengan baik hingga mengantar pulang kembali.”

Pihaknya optimistis bahwa Biro Perjalanan Haji Plus dan Umroh bakal semakin berkembang. Pasalnya, masa tunggu ibadah haji kini sudah mencapai 10 tahun. Warga yang khawatir kehilangan kesempatan memilih haji plus, karena masa tunggunya hanya dua tahun.

”Bayangkan, kalau mendaftar pada usia 50 tahun, baru bisa berangkat saat usia sudah 60 tahun. Jadi banyak yang memilih haji plus, hanya menunggu dua tahun.

Ditanya apakah kedua kegiatan itu tidak menyita waktu? Diakui, sebagai kegiatan sambilan, mengelola biro perjalanan haji tak begitu menguras waktu dan tenaga. Hal itu bisa dia lakukan sepulang dari kantor di Bank Jateng Boyolali pada pukul 16.00. (Joko Murdowo-76)

© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved
Groups