Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca
 
 
SUARA BANYUMAS

03 Agustus 2012
LINTAS JATENG
Warga Miskin Dibantu Beras

BANYUMAS-Sebanyak 361 keluarga miskin di Desa Jurangbahas, Kecamatan Wangon, perlu ditangani. Guna meringankan beban, pada musim kering seperti sekarang ini mereka mendapat bantuan masing-masing 10 kg  beras dari Bupati Banyumas Mardjoko.

Penyerahan bantuan dilaksanakan Kamis (2/8) di Grumbul Pengasinan, Desa Jurangbahas. Di desa itu, dari jumlah penduduk sebanyak 758 keluarga, sebanyak 361 keluarga atau sekitar 37,6 % masuk kategori miskin. 

‘’Beras bantuan untuk mereka di luar jatah raskin. Beras tersebut diambilkan dari cadangan beras pemerintah,’’ kata Kepala Badan Penyuluh dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Wisnu Hermawanto di sela-sela mendampingi Bupati menyerahkan bantuan tersebut.

Selain beras masing-masing 10 kg, juga diserahkan bantuan berupa 100 ekor kambing terdiri atas 90 ekor kambing betina dan 10 ekor kambing jantan, serta 20 ekor ayam kampung unggul.

Bupati Mardjoko yang usai penyerahan bantuan meninjau rumah warga yang masuk kategori miskin mengatakan bantuan beras yang diberikan tersebut sifatnya darurat. Karena pada musim kering ini kekurangan, maka Pemkab membantu.

‘’Mereka saat saya cek di rumahnya, masih memiliki simpanan bahan pangan. Saya melihat langsung di dapur warga miskin ada kantong plastik (kandi) berisi gabah,’’  kata Bupati.

Kepala Subdive IV Bulog Banyumas Chairil Anwar yang mengikuti penyerahan bantuan beras mengatakan untuk menghadapi bencana alam . (G23-44)    


Ditemukan, Makanan Kemasan Kedaluwarsa

PURWOKERTO-Masyarakat harus lebih waspada terhadap berbagai jenis makanan kemasan yang dijual di pasaran. Sebab dari operasi pengawasan yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas, dan Balai POM Semarang, masih ditemukan makanan kemasan kedaluwarsa  yang diperjualbelikkan.

“Saat melakukan pemeriksaan kami menemukan beberapa yang sudah kedaluwarsa, salah satunya makanan kering jadi perlu lebih teliti saat membeli, terutama parsel karena telah dikemas sehingga sulit mengecek tanggal kedaluwarsanya,” tutur Kepala Bidang Pembinaan dan Pengendalian Sumber daya Kesehatan Dinkes Banyumas Ronin Hidayat, Rabu (1/8).

Tak hanya itu, menurutnya masyarakat juga perlu waspada terhadap bahan makanan tambahan yang kerap dicampurkan dalam makanan, seperti pewarna. Terutama bagi makanan dengan warna-warna yang terlihat cerah, dan terang.“Makanan yang memiliki warna terang patut diwaspadai, apalagi saat Ramadan sering dijual aneka makanan jelang berbuka. Warna terang itu biasanya berasal dari pewarna tares, yang sebenarnya merupakan pewarna kain,” kata dia.

Menjelang Idul Fitri, dan saat Ramadan Dinkes Banyumas, menurutnya memang meningkatkan pengawasan terhadap beberapa bahan makanan yang beredar di pasaran. Namun demikian dari pengawasan yang telah dilakukan, sementara baru menemukan makanan kemasan yang kedaluwarsa, dalam jumlah kecil. Sebelumnya diberitakan, petugas juga mengamankan 200 kg daging dengan tekstur basah, dari Pasar Wage Purwokerto.  (K17-14)


Ditindak, Bak Terbuka Angkut Penumpang

PURWOKERTO- Kendaraan bak terbuka yang kedapatan mengangkut penumpang akan ditindak tegas, karena dinilai membahayakan. ‘’Kami telah menerima surat dari Dinhubkominfo Jateng yang dilampiri surat keputusan dari Polda Jateng. Intinya melarang penggunaan kendaraan yang tidak sesuai peruntukkannya,’’ kata Kepala Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor, dan Perbengkelan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Banyumas, Budi Siswanto, kemarin.

Penggunaan kendaraan yang tidak sesuai peruntukkannya paling sering ditemui adalah kendaraan bak terbuka, yang dimanfaatkan untuk mengangkut penumpang.

Penggunaan kendaraan yang tidak sesuai peruntukkan berbahaya, sebab kendaraan tidak didesain demi keselamatan penumpang, melainkan untuk kebutuhan pengangkutan barang.

‘’Kami minta tidak menggunakan bak terbuka untuk perjalanan penumpang, sebab jika kedapatan akan ditindak,’’ ucapnya.

Sementara terkait pengamanan arus mudik dan balik jelang Lebaran, Kepala Dinhubkominfo Banyumas Abdullah Muhammad mengatakan akan menyiagakan 140 petugas.

‘’Mereka akan ditempatkan di sejumlah daerah rawan, posko, terminal, serta lokasi pasar tumpah untuk membantu mengamankan arus lalu lintas,’’ ucapnya.

Menurut dia, beberapa lokasi rawan seperti perlintasan sebidang maupun di pasar-pasar tumpah akan menjadi fokus penempatan petugas. ‘’Petugas antara lain akan ditempatkan di perlintasan sebidang Sumpiuh yang memang rawan kemacetan,’’ imbuhnya.(K17-17)

© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved
Groups