SUARA PANTURA
03 Agustus 2012
Dihajar Begal, Wanita Dilempar dari KA
- Luka Parah, Dirawat di RSUD Kardinah
TEGAL- Beberapa pekan menjelang Lebaran, kawanan begal diduga kembali beraksi di atas kereta api (KA) barang. Itu diketahui setelah salah seorang wanita dilempar keluar dari kereta tersebut.
Kejadian itu kali pertama diketahui, beberapa saat setelah KA barang jurusan Stasiun Poncol (Kota Semarang) ke Pasar Senen (Jakarta), akan melewati Stasiun Tegal, di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, sekitar pukul 07.30, Kamis (2/8).
Seorang pejalan kaki tiba-tiba berteriak keras, ketika menemukan wanita dengan tubuh luka parah dan berlumuran darah tergeletak di pinggir rel, di Kelurahan Pangung, Kecamatan Tegal Timur.
Bahkan sebagian wajahnya tertutup oleh darah yang mengalir akibat luka di bagian kepala dan bibir korban. ‘’Saat ditemukan korban dalam keadaan pingsan. Tapi tak lama kemudian mulai siuman dan mengaduh kesakitan,’’ terang Slamet (35) pejalan kaki, warga Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, yang kali pertama menemukan korban tergeletak di pinggir rel KA di dekat Jl Perintis Kemerdekaan itu.
Sejumlah warga kemudian lari berhamburan menuju ke lokasi kejadian. Beberapa di antaranya langsung melaporkan ke penjagaan Mapolsekta Tegal Timur dan sentra pelayanan kepolisian (SPK) Polres Tegal Kota.
Mendapat Perawatan
Korban kemudian dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kardinah. Setelah mendapat perawatan, korban kemudian ditempatkan di ruang kelas tiga, Lavender D3 untuk menjalani rawat inap.
Sementara itu, petugas Sat Pol PP yang menemukan salah satu tas korban, menjumpai sebuah foto kopi KTP atas nama Marni Siregar (40). Dengan alamat Desa Pasir Jaya RT 1 RW 8, Kecamata Sukaraja, Kabupaten Bogor. Diduga itu merupakan identitas korban.
Ketika dikonfirmasikan, korban mengatakan fotokopi KTP yang ditemukan petugas bukan milik dirinya. Melainkan diperoleh dari menemukan di jalan. ‘’Nama saya, Wiji Lestari umur 45 tahun. Bukan Marni Siregar. Alamat di Jl Tenggiri Raya AC 2, Desa Kedayu, Kabupaten Bogor. RT RW-nya saya lupa, kecamatannya juga tidak tahu,’’ ucap korban dengan suara lirih sambil menahan sakit.
Ketika ditanya apakah ada saudara dekat yang bisa dihubungi, wanita korban dugaan penganiayaan begal itu tidak tahu secara detil alamatnya. Dia hanya menyebut, saudaranya ada di Solo dan Kabupaten Bogor. Dia selama ini hidup menggelandang dan sering mengunjungi sejumlah saudaranya di sejumlah daerah. Bahkan mengaku belum menikah.
Soal kronologi kejadiannya, dia mengatakan, naik KA Barang itu dari Stasiun Poncol. Tiba di Stasiun Pekalongan, naiklah beberapa pria. Ketika kereta yang ditumpangi sampai di Kota Tegal, tiba-tiba sejumlah pria yang tak dikenalnya memukuli wajahnya. Barang bawaannya dirampas dan tubuhnya dilempar dari atas KA yang tengah melaju kencang. Dia belum tahu barang apa saja yang hilang atau dirampas kawanan begal itu. (D12-49) |