SOLO METRO
10 Juli 2012
Relokasi Terancam Batal
- Warga Hanya Mau ke Bondorejo
KLATEN - Relokasi 32 keluarga warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten terancam batal. Warga menolak dipindah ke lokasi yang jauh dari tempat tinggal semula.
’’Warga bersedia direlokasi, tetapi hanya mau kalau ke Dukuh Bendorejo. Jika lokasi relokasi lebih jauh, warga mengurungkan niat,’’ tandas Kaur Pembangunan Desa Balerante Jainu di kompleks Pemkab Klaten, Senin (9/7).
Sebelumnya, dari 165 keluarga yang tinggal di lima dukuh rawan bencana, akan direlokasi ke lokasi aman. Mereka mendapat tanah 150 m2 tetapi 50 m2 di antaranya untuk fasilitas umum. Kemudian rumah permanen senilai Rp 30 juta.
Total dana yang disediakan Rp 20 miliar lebih. Namun hingga batas waktu yang ditetapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hanya 32 yang bersedia direlokasi. Itu pun bila lokasi relokasi tak jauh dari tempat tinggal asal.
Memilih Batal
Perkembangan terakhir, Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Klaten menyatakan Dukuh Bendorejo berdasar tata ruang, tak sesuai untuk hunian tetap. Sebelumnya, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta sudah merekomendasikan lokasi itu sebagai hunian tetap.
’’Warga sepakat, bila tidak di Bondorejo, warga memilih relokasi batal. Tinggal memilih, warga atau pemerintah yang mengalah. Meskipun saya tahu, kalau tata ruang tidak dapat diubah begitu saja,’’ tandas Jainu.
Lahan calon relokasi di Dukuh Bendorejo merupakan tanah bengkok Kaur Pemerintahan. Rencananya, pemerintah akan membeli tanah itu dan menggantinya dengan tanah di lokasi lain. (F5-61) |