SUARA BANYUMAS
10 Juli 2012
Supermal Rita Tunggu Izin
- Diawali Peletakan Batu Pertama
PURWOKERTO- Pembangunan konstruksi dan bangunan Supermal Rita dan Hotel Purwokerto tetap menunggu keluarnya izin dari Pemkab Banyumas. Namun, pihak investor memilih lebih awal melakukan seremonial peletakan batu pertama, kemarin.
Presiden Direktur PT Ritalindo, investor Supermal, Buntoro, mengatakan peletakan baru pertama oleh Bupati Mardjoko hanya sebagai bentuk simbolis prasyarat selamatan memilih hari baik.
’’Kalau pembangunan tetap menunggu semua izin keluar. Ini mendahului izin karena mencari waktu yang pas saja,’’ katanya saat sambutan dan ditegaskan kembali usai acara kepada Suara Merdeka.
Dia menjelaskan, setelah semua izin turun, pembangunan direncanakan berlangsung dua tahun. Bangunan pusat perbelanjaan termegah dan hotel dengan lantai 18 itu diawali dengan pembanguan supermal dulu.
’’Ini diawali dulu supermal delapan lantai, tapi konstruksinya dibuat sampai 18 lantai (hotel),’’ tandasnya.
Turun 14 Meter
Dari sejajar Jalan Jenderal Soedirman (depan kabupaten), katanya, kelak masih turun 14 meter dengan tiga lantai ke bawah.
Area perluasan untuk parkir ke selatan ada tambahan lahan dua hektare di lokasi kantor Rotalindo sekarang, sedangkan lokasi supermal dan hotel di lahan seluas 14.000 m2 menjulang ke atas.
’’Mudah-mudahan menjadi kebanggaan warga Banyumas dan ikut mendorong investor berbondong-bondong masuk ke sini. Di dalamnya kelak juga mengandung unsur pendidikan, kesehatan, dan shooping,’’ ujarnya.
Menurutnya, tenaga yang diserap minimal 2.500 orang dan akan diutamakan tenaga kerja lokal. Soal investasi sekitar Rp 300 miliar. Untuk pekerjaan pondasi awal memakan waktu sekitar 5 bulan.
’’Kita mengupayakan untuk terus bisa menciptakan lapangan kerja di sini. Kalau sekarang baru 3.000 tenaga kerja, ke depan diupayakan lagi. Investasi ini sekaligus untuk ibadah, saya juga berharap agar pengusaha Banyumas tidak lagi jadi jago kandang, tapi bisa nasional dan internasional,’’ ujarnya.
Diceritakan, rencana membangun supermal tersebut sebenarnya sudah dirancang sejak tahun 2002, namun karena ada hal-hal yang belum sesuai sehingga sempat tertunda. Untuk pengadaan tanah senidri diawali tahun 1987 dengan luas tanah baru 900 m2.
’’Karena ada sesuatu hal belum bisa dibangun di sini (Purwokerto), sehingga investasi saya alihkan dulu ke Tegal. Kalau ini sudah bisa beroperasi nantinya menjadi kebangaan tersendiri bagi warga Banyumas,’’ katanya.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Didi Rubwinato, mengatakan sidang komisi amdal sudah selesai dilakukan. Sekarang tinggal menunggu izin lain termasuk izin dari Bupati.
’’Ini (peletakan batu pertama) istilahnya, selamatan dulu. Pihak Rita mungkin menganggap hari ini (kemarin) waktu yang baik. Kalau pembangunan tetap harus menunggu semua izin keluar,’’ tandasnya di lokasi.(G22-17) |