image

SM/Erry Budi Prasetyo TUNJUKKAN BUKTI : Aparat Polda Metro dan Polda Jateng menujukan barang bukti dan menghadirkan dua pelaku (tengah) saat gelar perkara di ruang DVI Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, Rabu (13/9).(24)

14 September 2017 | Berita Utama

Pembunuh Pasutri Pengusaha Garmen Ditembak Mati

SEMARANG - Tiga pelaku pembunuhan Zakaria Husni (58) dan Zakiya Masrur (53) pasangan suami istri pengusaha garmen yang dihabisi di rumahya di Jalan Pengairan nomor 21 RT 11 RW 06, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat akhirnya ditangkap. Mereka yakni Ahmad Zulkifli (43), warga Banten, Sutarto (45), warga Grobogan, Jateng, serta Engkus Kuswara (33), warga Ciamis, Jawa Barat.

Ketiganya ditangkap aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang dibantu Polda Jateng saat karaoke di Hotel Harmoni Indah, Grobogan, Selasa (12/9) sekitar pukul 22.00. Dalam penindakan tersebut petugas terpaksa melepaskan tembakan hingga membuat salah satu pelaku yakni Ahmad Zulkifli tewas. Sementara peluru lainnya menembus kaki kanan Sutarto dan Engkus.

Kasubdnit VI Ranmor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah pihaknya mendapat kabar terkait penemuan mayat pria dan wanita yang dibungkus bed cover, di Sungai Kliwang, Purbalingga, Jateng dari Polres Purbalingga, Senin (11/9). ”Saat itu kami sedang melakukan penelusuran terhadap pasangan suami istri yang hilang, namun di rumahnya ditemukan bekas darah. Begitu mendapat informasi itu kami cocokkan dan ternyata ada kemiripan,” ungkapnya saat gelar perkara di ruang DVI, Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, Rabu (13/9) siang.

Mendapati itu, lanjut dia, pihaknya memutuskan mendatangi lokasi untuk memastikan hal tersebut. ”Saat kami lakukan identifikasi, ternyata mayat temuan itu adalah pasangan suami istri yang dilaporkan hilang ke pihak kami beberapa saat sebelum Polres Purbalingga mengabarkan temuan itu,” ujarnya.

Agus membeberkan, dari temuan itu pihaknya yakin kalau pasangan suami istri merupakan korban pembunuhan, sehingga pihaknya langsung melakukan penelusuran. ”Kami telusuri dari orang terdekat dulu, dari situ titik terang mulai ditemukan,” jelasnya.

Pihaknya kemudian berhasil mengantongi identitas pelaku dan menemukan tempat di mana mereka berada. ”Penelusuran mengarah para pelaku yang merupakan mantan karyawan korban yang sudah bekerja puluhan tahun,” ungkapnya.

Penelusuran tersebut kemudian dilanjutkan hingga pihaknya menemukan tempat persembunyian para pelaku tersebut. ”Begitu bukti cukup kami langsung melakukan penindakan terhadap mereka yang saat itu sedang karaoke di Hotel Harmoni Indah, Grobogan,” jelasnya.

Potongan Besi

Terkait penembakan hingga membuat Zulkifli tewas, tindakan itu dilakukan lantaran pelaku tersebut melawan saat diminta untuk menunjukkan tempat penjualan emas hasil kejahatan. ”Saat kami minta menunjukkan tempat penjualan barang- barang hasil kejahatan, Zulkifli melawan hingga membahayakan nyawa petugas. Terpaksa kami tembak hingga akhirnya tewas,” ungkapnya.

Disinggung terkait motif pembunuhan tersebut, Agus membeberkan, pembunuhan tersebut dilakukan lantaran Zulkifli dan Sutarto sakit hati karena tidak diberi pesangon padahal sudah puluhan tahun bekerja. ”Zul tadinya sopir yang bekerja kepada korban selama 20 tahun sementara Sutarto, karyawan garmen yang sudah bekerja 30 tahun. Mereka itu diberhentikan karena perusahaan itu bangkrut, tapi mereka tidak diberi pesangon,” ungkapnya.

Dari situ, lanjut dia, kemudian keduanya dengan mengajak Engkus yang juga pernah bekerja merenovasi bangunan gudang garmen mendatangi rumah korban untuk meminta pesangon itu. ”Mereka yang datang dengan membawa potongan besi diterima majikan perempuan (Zakiya- red) sementara majikan lakilaki (Husni-red) sedang di masjid di depan rumah,” ungkapnya.

Namun begitu dipersilakan masuk para pelaku tersebut langsung memukul korban dengan besi yang sudah dibawanya. ”Tak hanya itu pelaku juga membenturkan kepala korban (Zakiya-red) ke tembok hingga akhirnya diseret ke kamar pembantu dan diikat,” ujarnya.

Selang 25 menit kemudian Husni pulang ke rumah. Mengetahui itu pelaku langsung menyerangnya hingga dia tidak berdaya dan kemudian diseret ke kamar tempat istrinya berada. ”Beberapa saat kemudian pasutri itu meninggal,” jelasnya.

Sementara itu Kasubdit III Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Aris Supriyono menambahkan, begitu mengetahui majikannya tewas para pelaku langsung menguras habis harta korban. ”Saat itu rumah itu sepi, hanya ada pasutri tersebut. Emas belasan ons, uang tunai Rp 100 juta, dan barang berharga lainnya diambil,” ungkapnya. Setelah itu, pelaku mengambil mobil Toyota Altis milik korban dan memasukan jenazah kedua majikannya itu ke dalam bagasi mobil. ”Pelaku kemudian membawa jenazah itu. Awalnya akan ditinggal di depan rumah korban di Pekalongan bersama mobil, tapi tidak tahu ternyata berubah,” ujarnya.

Pelaku urung ke Pekalongan, namun melajukan mobil ke arah selatan dan saat melintas di Sungai Kliwang, Purbalingga kedua jenazah yang dibalut bed cover itu dibuang. Sementara itu, keluarga pelaku utama perampokan dan pembunuhan sadis itu meminta maaf atas kejadian tersebut.

Mereka tidak menyangka jika Ahmad Zulkifli yang ditembak mati polisi tersebut akan melakukan perbuatan sekeji itu. Sebab pelaku selama ini dikenal baik dengan keluarga maupun tetangganya. ”Kami mohon maaf kepada keluarga korban atas perbuatan Zulkifli. Kami tidak mengira dia bisa senekat itu,” kata kakak ipar pelaku, Santoso di Purbalingga.

Rencananya, jenazah Zulkifli akan diamankan di tempat pemakaman umum di desanya setelah pihak polisi menyerahkan jasadnya. Keluarga korban dugaan pembunuhan pasangan suami istri (pasutri), Husni Zarkasih (58) dan Zakaria Masrur (53), meminta agar pelaku yang diduga melakukan pembunuhan dan sudah tertangkap di daerah Grobogan diminta dihukum berat. Itu lantaran, aksi dugaan pembunuhan dilakukan secara keji, dan mengakibatkan dua nyawa melayang sekaligus. (K44,H82,H63-67)