14 September 2017 | Solo Metro

Telaga Waru Kian Menyusut

WONOGIRI - Air di Telaga Waru di Desa Johunut, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri semakin menyusut. Cadangan air yang ada di telaga itu diperkirakan hanya bertahan hingga satu bulan mendatang. Boniyem, warga Desa Johunut mengatakan, air di telaga itu hanya untuk keperluan mandi dan mencuci, jarang ada yang menggunakannya untuk air minum.

Warga sekitar mengandalkan telaga Waru karena merupakan sumber air yang paling dekat. Adapun sumber lain jaraknya terlalu jauh dari permukiman. Dia mengungkapkan, beberapa warga menggunakan jerigen untuk mengambil air di telaga Waru. Sebagian warga juga membawa pakaian untuk dicuci di telaga tersebut.

” Setiap pagi saya bawa jerigen, ambil air ke telaga Waru. Harus hemat, soalnya sumber air yang tersisa cuma di sini,” katanya, baru-baru ini.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Paranggupito, Teguh mengatakan, ada 26 telaga di wilayahnya. Hampir semuanya mengering. Hanya ada beberapa telaga yang masih menyimpan air, itupun dalam jumlah sangat terbatas. Alhasil, sebagian besar warga yang belum terjangkau PDAM dan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) terpaksa membeli air melalui truk-truk tangki.

Adapun harga air bersih bervariasi tergantung pada jarak antara rumah dengan sumber air. Di beberapa desa, harga air telah menyentuh Rp 120.000 per tangki ukuran 6.000 liter. ” Harga air tergantung jaraknya, semakin jauh juga semakin mahal. Yang jelas (harga) sudah naik,” katanya. (J11-20)