14 September 2017 | Solo Metro

FIGUR

Bukan Sekadar Penyampai Pesan

KEMAMPUANmemandu acara yang kemudian disebut master of ceremony (MC), kini makin berkembang menjadi profesi yang spesifik sesuai kebutuhannya. Jadi, seandainya menyebut ajangnya berupa panggung hiburan dangdut dalam batas wilayah tertentu untuk ukuran Solo Raya, misalnya, pasti akan menunjuk figur MC yang kira menonjol saat ini yaitu Babe Gatot (52). ‘’Ya, begitulah publik pecinta dangdut menyebut nama saya Babe Gatot. Ada yang menyebut Babe Gatot (OM) Kalimba atau sebaliknya.

Padahal, saya bukan pemiliknya, bukan pimpinannya. Karena bagi saya, MC bukan sekadar penyampai susunan acara atau pesan, lalu duduk manis. Tetapi harus selalu aktif mengghidupkan suasana,’’ ujar lelaki yang bernama asli Gatot Tri Wardoyo itu saat ngobrol dengan Suara Merdeka di belakang panggung THR Sriwedari, belum lama ini.

Soal nama panggung, itu terjadi karena orangorang berkepentingan dengan profesinya yang datang ke rumah selalu mendengar setiap anak pertamanya Rizki Khusnul Khotimah (menikah), Ivan Joli Romadon (23) dan Aulia Nurhandayani (20) selalu memanggil ‘’Babe’’ sebagai kata lain dari ayah atau bapak. Nama itulah yang kemudian dijadikan nama panggung karena kemampuan dan keunikannya saat tampil di panggung, hingga dikenal luas dan menjadi representasi profesi MC maupun grup OM Kalimba (Boyolali) dan OM New Sadewa (Klaten) yang diikutinya kini.