14 September 2017 | Solo Metro

Pembebasan Lahan Tambahan Ditenggat Akhir Tahun

  • Proyek Tol Soker

SRAGEN- Pembebasan lahan tambahan pembangunan tol Solo-Kertosono (Soker) diharapkan bisa selesai pada akhir tahun ini. Saat ini selain sudah ada bidang yang menerima pembayaran uang ganti rugi (UGR) seperti Singopadu, Sidoharjo, Pandak serta Masaran dan Krikilan, juga ada yang menunggu proses pembayaran seperti Jetak, Jati dan Karangmalang. Sementara untuk desa yang lainnya sudah selesai pengukuran serta pendataan dan menunggu proses selanjutnya.

Semakin cepat pembebasan lahan tambahan selesai, diyakini juga bisa mempercepat pekerjaan fisik pembangunan tol bagian dari tol Trans Jawa tersebut. Terlebih, sudah ada rencana untuk pengoperasian tol Soker mulai dari ruas Solo hingga interchange (IC) atau Simpang Susun (SS) Sragen.

Sekretaris Tim Pengadaan Lahan Kabupaten Sragen, Wahyu Dwi Hari Prasetyo mengatakan, selain yang sudah menerima UGR atau dalam menunggu UGR, semua bidang yang menjadi lahan terdampak sudah selesai pengukuran dan pendataannya, hanya yang lainnya sedang diolah untuk dilakukan proses selanjutnya. ” Untuk Desa Bumiaji dengan 40 bidang terdampak sudah kami umumkan, untuk Toyogo dan Tangkil, Kebonromo dan Bandung masih menunggu peta bidangnya. Kalau pendataannya semua sudah selesai,” kata Wahyu. Untuk target penyelesaiannya memang ditenggat akhir tahun ini.

Bisa Bertambah

Wahyu yang Kasubsi Pendataan Tanah Pemerintah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sragen juga mengemukakan, untuk lahan yang harus dibebaskan sementara ini tercatat 781 bidang. Jumlah ini masih bisa bertambah karena pihaknya masih menyelesaikan hasil akhir untuk yang ada di Desa Kebonromo, Ngrampal karena ada beberapa yang masih harus dicek ulang dengan kondisi tahun lalu yang sudah pernah dibayarkan saat pembebasan sebelumnya. Wahyu mengungkapkan, faktor nonteknis menjadi salah satu kesulitan dalam pembebasan lahan tambahan ini.

Hal ini karena jumlah bidangnya kecil-kecil sementara dulu juga sudah pernah dibebaskan dan sekarang terkena lagi, sehingga jangan sampai ada overlapping dengan yang dahulu pernah dibayar. Misalnya seperti yang ada di Kebonromo, yang sebelumnya sudah banyak dibebaskan. ” Pada dasarnya semua lancar-lancar saja karena hampir semua lahan terdampak pernah dibebaskan sebelumnya,” tandas Wahyu.

Berdasarkan data yang ada, dari total 181 km ruas jalan tol Soker, 29,9 km diantaranya melintasi Bumi Sukowati yang lewat di 20 desa dan satu kelurahan di enam kecamatan.

Pengamatan di lapangan mulai dari kawasan SS Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar hingga SS Sragen di Pungkruk, Sidoharjo, pekerjaan fisik pembangunan jalan bebas hambatan penghubung Jawa Tengah dan Jawa Timur terus dilakukan. Pekerjaan yang dilakukan baik yang ada di badan jalan, juga membuat saluran atau penyelesaian upper pass atau jembatan layang, melibatkan para pekerja dan juga berbagai alat berat.(H53-20)