14 September 2017 | Solo Metro

Tol Salatiga-Boyolali Capai 20 %

  • Pemilik Lahan Mengambil Konsinyasi

BOYOLALI- Pelaksana pembangunan fisik proyek tol Salatiga-Boyolali hingga September 2017 ini sudah mencapai 20 persen. Persentase pekerjaan tol yang digarap kontraktor kali ini melebihi target yang ditentukan awal tahun lalu, yakni 19 persen.

Edy Broto, pimpro tol Salatiga-Boyolali mengatakan, cuaca cerah, dan penyelesaian pembebasan lahan warga di beberapa tempat menjadi faktor pendorong pencapaian target tersebut. Ia pun mengharapkan, dukungan sejenis terus diberikan dari berbagai pihak, sehingga bisa berlanjut pada pencapaian-pencapaian lain pada November. ”Semoga ini terus berlanjut hinggga November. Karena usai bulan itu akan memasuki musim penghujan. Jelas hujan akan mempengaruhi pelaksanaan proyek fisik,” terangnya saat dihubungi Suara Merdeka, Selasa (12/9).

Edy mengungkapkan, dirinya juga menunggu perkembangan pembebasan lahan milik 61 pemegang sertifikat hak milik (HM) di ruas Salatiga-Boyolali. Pasalnya, ke-61 bidang tanah itu amat dibutuhkan untuk mendukung proyek nasional sampai akhir tahun ini.

” Kami butuh kejelasan status lahan di wilayah Boyolali tersebut, agar kontraktor juga memiliki kepastian dalam menjalankan pekerjaanya,” katanya.

Serahkan lahan

Terkait adanya rencana penegak hukum yang bakal mengeksekusi 31 bidang lahan di Desa Kiringan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali pertengahan September ini, Edy mengaku tak mau ikut campur tangan. Namun demikian, hasil eksekusi tanah amat dinanti untuk menentukan proyek fisik berikutnya. ” Eksekusi tanah merupakan langkah terakhir dari pemerintah untuk melepaskan aset milik rakyat. Kalau bisa warga menyerahkan lahannya secara sukarela kepada negara, toh ini demi kepentingan nasional juga,” paparnya.

Terpisah Humas Pengadilan Negeri Boyolali, Agung Wicaksono mengatakan, sampai Senin (11/9), ada beberapa warga di Kecamatan Mojosongo bersedia menyerahkan lahannya kepada negara. Menurutnya langkah masyarakat ini diambil setelah mereka mendengar ada rencana eksekusi dari pengadilan. ” Ada warga yang mulai mengambil konsiyansi ke pengadilan, tiap hari ada. Semoga langkah ini juga diikuti warga lain,” katanya.(J5-20)