14 September 2017 | Suara Kedu

Penataan PKL Diminta Merata

PURWOREJO - Penataan pedagang kaki lima (PKL) di Purworejo diminta terus berlanjut. Tidak hanya berhenti pada penataan alun-alun saja, di mana PKL yang berada di tempat tersebut akan direlokasi di Taman Kuliner.

“Momentum kebijakan revitalisasi alun-alun dan penataan PKL yang saat ini sedang berlangsung tersebut justru menjadi kesempatan emas untuk melakukan penataan kota yang lebih rapi dan baik,” kata Presidium Ormas Suluh Alllan Fatchan Gani Wardhana, kemarin.

Di Purworejo terdapat banyak PKL yang merupakan potensi riil di bidang ekonomi kerakyatan. Namun keberadaannya perlu diatur agar tidak mengganggu ketertiban umum dan kelancaran lalu lintas. “Jika hanya dilakukan di jantung kota saja, sementara di lokasi lain kondisinya masih semrawut, ini tentu kurang baik,” imbuhnya. Penataan PKLpun harus terus dilakukan oleh Bupati Agus Bastian, terutama PKL yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Pramuka, Kecamatan Purworejo. Fakta yang ada, banyak sekali PKL yang berjualan di sekitaran dua jalan tersebut dan sudah berlangsung lama.

Pembiaran PKL

Padahal kondisi jalannya cukup sempit. Akibatnya, lalu lintas di dua jalan itu sering terganggu. Parahnya lagi, rumor yang beredar malah terjadi pembiaran PKL yang berjualan di Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Pramuka. Alasannya karena ada faktor ekonomi terselubung (shadow economy) yang dimainkan oleh beberapa oknum untuk mendapatkan pemasukan. Pihaknya pun meminta bupati bersikap tegas untuk segera melakukan penataan PKLdi jalan tersebut. “Tentu saja harus menyediakan tempat bagi mereka yang akan direlokasi. Dan pemerintah daerah memiliki banyak opsi terkait relokasi,” imbuhnya.

Dijelaskannya, kebijakan penataan PKL ini sejalan dengan amanat Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 2/2008 tentang Pengaturan Tempat Dan Usaha Serta Pembinaan Kaki Lima. Dalam peraturan itu jelas disebutkan bahwa tujuan penataan PKL agar keberadaan PKL di Purworejo dapat diatur dengan baik, sehingga tidak mengganggu kebersihan, keindahan, ketertiban, keamanan, kesehatan, dan kelancaran lalu lintas. (K5-26)