14 September 2017 | Suara Kedu

Fondasi Didesain Tahan Banjir Lahar

  • Pembangunan Jembatan Srowol

KOTA MUNGKID- Konstruksi Jembatan Srowol dibangun sesuai rekomendasi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). Fondasi ditanam di kedalaman enam meter supaya mampu menahan gempuran banjir lahar Gunung Merapi.

Jembatan yang melintas di atas Kali Pabelan itu berhulu di kaki Gunung Merapi. Jika bagian atas Merapi terjadi hujan deras dalam tempo lama, sungai itu berpeluang dilalui banjir lahar dingin. Adapun biaya pembangunan jembatan itu sekitar Rp 6 miliar dari APBN 2017. Pelaksana pekerjaan PT Sempalan Jati dari Kudus, diharapkan pada akhir Desember 2017 selesai. Rangka jembatan sepanjang 60 meter dan lebar 11 meter membentang di atas alur Kali Pabelan. Pada awal pengerjaan jembatan itu tersendat akibat adanya perubahan desain.

Terutama mengenai kedalaman galian fondasi bawah (abutment) dan tiang penyangga rangka jembatan. Kedalaman fondasi bawah diubah dari tiga meter menjadi enam meter dan besi koloman dari diameter 19 milimeter menjadi 25 mm. Kemarin, dari pengamatan lapangan pembangunan fokus pembuatan abutment. Pekerjaan lain pemasangan talut dan pemadatan urukan oprit (badan jalan baru) sepanjang 60 meter ke arah Mendut.

Gelagar Beton

Kabid Bina Marga DPU-PR Kabupaten Magelang, Parjan mengatakan, permukaan abutment setinggi enam meter dari dasar sungai itu akan dibuat dengan diameter lima meter. “Empat abutment yang harus disiapkan pada dua ujung jembatan,” katanya.

Menurut dia, pembuatan fondasi yang seperti besi beton itu memakan waktu relatif lama. Bagian dalam beton setebal 30 sentimeter tersebut nantinya juga dilapisi beton ukuran lebih kecil. Pada sela-sela beton, bertulang besi ukuran 25 milimeter kemudian dicor dengan campuran material semen, pasir dan batu belah. Setelah keempat fondasi siap, di bagian atasnya ditumpangi batangan gelagar beton untuk landasan pelat untuk lantai jembatan. Perlu diketahui, Jembatan Srowol sempat roboh terkena banjir lahar dingin setelah erupsi Merapi 2010. Selanjutnya pemerintah pusat membangun jembatan gantung yang bisa dilewati sepeda motor baik dari arah Sawitan, Mungkid maupun Japunan, Muntilan. Selain itu dibangun pula sabo dam yang di atasnya bisa dilewati mobil di bawah 2000 cc. Untuk itu, truk maupun kendaraan berat lainnya tidak boleh melintas dan melewati jalan alternatif.(pr-26)