14 September 2017 | Suara Pantura

Proses Belajar Terganggu

BATANG- Koordinator Aksi Damai MI Darussalam, Desa Juragan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Rohmutadi menegaskan, pihak sekolah mendukung proyek tol. Penegasan itu dikemukakan menyusul aksi damai ratusan siswa dan guru MI Darussalam, Batang yang memblokade aktivitas proyek jalan tol di sekitar sekolah tersebut, Rabu (13/9).

Selama ini, kata Rohmutadi, ketika ada pihak lain yang protes terkait tol, para siswa dan guru juga diam. ”Awalnya mereka menduga pembayaran ganti rugi lahan dan bangunan MI akan berjalan lancar. Namun sampai sekarang ternyata belum juga diwujudkan,” ucapnya.

Akibatnya, dia menambahkan, siswa harus belajar di tengah paparan debu dan kebisingan kendaraan berat. Kondisi pembelajaran menjadi tidak kondusif. ”Kami tahunya pembayaran ganti rugi akan lancar-lancar saja, tak tahunya sampai sekarang belum dibayarkan,” tuturnya.

Karena pembebasan lahan belum juga direalisasikan, ditambah aktivitas proyek sudah dimulai di sekitar sekolah, menurut dia, banyak anak yang kemudian jatuh sakit. ”Untuk itu mereka menggelar aksi damai. Aksi tersebut bukan bentuk penolakan, tapi sikap tegas agar aspirasi dari kami diperhatikan pelaksana proyek jalan tol Batang-Semarang,” tandasnya.

Siap Bayar Petugas

Terpisah Humas PT Waskita Karya Ruli Hari yang menemui pimpinan dan guru MI Darussalam mengatakan, akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Untuk proses pengeboran beberapa waktu lalu memang bisa dilaksanakan di luar jam pelajaran. Namun untuk tahap penggalian sekarang ini tidak bisa dilakukan di luar jam belajar karena menyangkut efektifitas waktu.

Sementara peralatan yang ada menggunakan model sewa. ”Terkait kebersihan, kami siap membayar petugas yang ditunjuk untuk membersihkan sekolah karena gangguan debu,” ucapnya. Pembayaran, dia menambahkan, dilakukan dua minggu sekali. Untuk orangnya terserah dari pihak sekolah yang menunjuk. Mengenai proses pembayaran ganti rugi tanah dan bangunan, itu bukan kewenangan dari PT Waskita Karya, tapi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Jalan Tol Batang- Semarang,” tuturnya.(H56-15)