14 September 2017 | Suara Pantura

Uji Coba Tilang Melalui CCTV di Brebes Hoax

BREBES- Masyarakat di wilayah Pantura Kabupaten Brebes, dalam beberapa hari terakhir dibuat geger dengan beredarnya pesan berantai (broadcast) melalui WhatsApp (WA), yang berisi tentang akan dilaksanakannya uji coba tilang pelanggar lalu lintas melalui Closed Circuit Television (CCTV). Dalam pesan itu disebutkan, jajaran kepolisian akan melakukan uji coba tilang melalui CCTV, khususnya di tiga titik jalan protokol Kota Brebes.

”Saya pastikan, kalau informasi dilakukan tilang E-CCTV oleh polisi itu berita bohong alias hoax. Itu tidak benar, karena memang belum ada uji coba penerapan tilang menggunakan CCTV,” tandas Kasat Lantas Polres Brebes, AKPArfan Zulkan Sipayung, meluruskan beredarnya informaasi tersebut yang sempat membuat resah warga, kemarin.

Sangat Efesien

Menurut dia, Satlantas Polres Brebes sejauh ini belum akan menerapkan tilang E-CCTV tersebut. ”Kalau sekarang sih belum ada uji coba tilang E-CCTV. Kalau rencana ke depan ada sih, tapi memang belum tahu kapan waktunya, karena butuh persiapan yang matang dan panjang,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pemberlakuan tilang E-CCTV diyakini ke depan dinilai sangat efisien dan efektif dalam perilaku masyarakat berlalu lintas dan untuk menekan angka kecelakaan di jalanan. Namun penerapan tilang ECCTVitu harus melibatkan berbagai pihak agar tak terjadi ketimpangan atau pun menepis anggapan arogan pihak kepolisian. ”Kalau diterapkan, memang akan lebih efektif dan sangat fair sekali. Akan tetapi, harus ada koordinasi dengan pihak lain, termasuk Dinas Perhubungan dan Kejaksaan.

Karena penerapan tilang E-CCTV itu kan sistemnya bisa dilakukan penindakan serta sidang di tempat. Makanya, harus ada integrasi dengan pihak lain agar penerapan ini bisa berjalan lancar dan benar-benar efektif,” ucapnya. Lebih lanjut dia mengatakan, tilang E-CCTV itu sebenarnya dilakukan untuk memantau arus lalu lintas kendaraan dan memantau jika terjadi pelanggaran rambu-rambu lalu lintas.

Penindakan diberikan setelah pengendara tertangkap oleh kamera CCTV yang terpasang di setiap persimpangan yang dilengkapi lampu merah. Setiap pelanggaran yang terjadi, mulai dari melewati garis putih sebelum zebra cross dan menerobos lampu lalu lintas akan terdeteksi oleh CCTV dan langsung terkirim ke pusat data milik Dirlantas Mabes Polri.

Nantinya saat pengendara yang melanggar itu akan memperpanjang STNK, akan mendapatkan foto bukti pelanggaran dari kamera CCTV. Kemudian, besaran dendanya sendiri sesuai dengan peraturan dan undang-undang lalu lintas yang berlaku. ”Pada intinya jika ada masyarakat yang melanggar lalu lintas akan ditindak baik teguran atau pun tilang,” paparnya.(H38-15)