14 September 2017 | Semarang Metro

Tiga Kelurahan Berlomba Maju ke Tingkat Provinsi

SEMARANG-Tiga kelurahan yakni Kelurahan Ngaliyan, Kalicari, dan Plalangan maju berkompetisi di tingkat provinsi. Kelurahan Ngaliyan, mewakili lomba Kesatuan Gerak PKK Kesehatan, Kelurahan Kalicari, mewakili lomba pelaksana terbaik posyandu, serta Kelurahan Plalangan mewakili lomba lingkungan bersih sehat.

Ketiga kelurahan tersebut dikunjungi tim verifikasi penilaian Kota Sehat 2017 yang diketuai Endang Purnama Retno, kategori keluarga berencana kesehatan, Reyfrans Roy Aziz, kategori posyandu, dan Nanang Agus, untuk kategori lingkungan bersih sehat. Rombongan diterima Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah lingkungan Pemerintah Kota Semarang di gedung Moch Ihsan, Rabu (13/9).

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi mengatakan, untuk kategori Posyandu di Kota Semarang unggul berkat partisipasi dari masyarakat. Total terdapat sebanyak 1.581 Posyandu dengan 11.946 kader aktif saat ini. Tia, sapaan akrabnya, memaparkan keunggulan lain, yakni Posyandu terintegrasi dengan kegiatan Pospaud, dan penyuluh keluarga berencana. ”Selain itu, adanya penambahan layanan yang semula hanya pendaftaran, penimbangan, pencatatan, penyuluhan, dan pelayanan kesehatan. Kini bertambah dua jenis layanan, yaitu percepatan keanekaragaman pangan dan peningkatan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Pelatihan Kader

Dia menerangkan, upaya lain yang dilakukan dengan pembinaan, monitoring, dan evaluasi, pelatihan kader, pendampingan Posyandu yang terintegrasi, membina Posyandu percontohan di kecamatan, meningkatkan peran forum Posyandu, serta peningkatan strata Posyandu. Sedangkan upaya yang dilakukan untuk program PKK KB Kesehatan. ”PKK Kota Semarang memberikan sosialisasi advokasi kesehatan ibu dan anak terkait pendampingan ibu hamil dan menyusui risiko tinggi, pengaktifan kelas ibu hamil, peningkatan kapasitas kader, penanganan gizi, seminar mempersiapkan generasi berkualitas, gerakan mendukung ASI ekslusif,” imbuhnya.

Tia menjelaskan, OPD, PKK, dan masyarakat juga melakukan upaya penyelenggaraan Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS). Beberapa upaya yang dilakukan, yakni sosialisasi dan advokasi pelaksanan LBS seperti seminar dan pelatihan pemanfaatan sampah, sosialisasi regulasi tentang sampah, sosialisasi regulasi kawasan tanpa rokok, sosialisasi regulasi pengendalian DBD dan sosialisasi program Kota Sehat. ”Kecuali itu, melaksanakan program dan kegiatan terkait LBS di antaranya penggalakan pilah sampah dan bank sampah, komposting dan biopori, pendataan rumah sehat, budaya Jumat Bersih Bebas Jentik, program Sicentik, pelatihan pemanfaatan limbah sampah, lomba rumah sehat, Kampung Proklim, Gerakan Tebar Tanam dan Pelihara, dan Kampung Tematik yang terkait LBS,” tandasnya.(fri,K18-38)