14 September 2017 | Semarang Metro

Bus Peziarah Tabrak Tiga Kendaraan

  • Dua Pengendara Motor Tewas

SEMARANG- Bus pariwisata Prima Santoso yang mengangkut rombongan peziarah dari pondok pesantren (ponpes) di Pasuruan, Jawa Timur, menabrak tiga kendaraan. Kecelakaan lalu lintas itu terjadi saat bus N-7735-UT yang membawa 18 penumpang itu melintas di pertigaan pintu masuk Akpol, Jalan Sultan Agung, Gajahmungkur, Rabu (13/9) sekitar pukul 07.45. Tabrakan keras tersebut membuat David Vidi Noor Jandhy (33), pengendara Honda Beat H-3601- AWG, warga kompleks Akpol dan Eko Susilo (34), pengendara Yamaha Vixion H-6136-BJG warga Lempongsari, Gajahmungkur, tewas. Sementara Ajid Abdul Majid (43), pengemudi mobil Innova H-8543- MY warga Bukit Flamboyan, Sendangmulyo, Tembalang, mengalami luka ringan.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan karambol tersebut bermula saat bus bermuatan 18 penumpang yang beberapa di antaranya adalah warga asal Malaysia itu melaju dari arah Jatingaleh menuju Akpol Semarang, dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam.

”Bus baru saja keluar dari Hotel Noormans, kami menginap di hotel itu setelah melakukan perjalanan dari Pasuruan. Rencananya mau melanjutkan perjalanan dengan tujuan Pekalongan,” ungkap Sony Prasongko (34), kernet bus tersebut, kemarin.

Namun baru beberapa kilometer meninggalkan hotel tersebut, lanjut dia, bus tiba-tiba oleng tak terkendali. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, sopir bus Moch Dufar (44), warga Dalem, Bangli, Pasuruan, berusaha mengarahkan kendaraan yang dikemudikannya menuju ke Jalan Sultan Agung, Gajahmungkur. ”Laju bus diarahkan ke bawah (Jalan Sultan Agung). Saat itu jalanan dalam kondisi menurun,” imbuhnya. Jalan yang menurun tersebut membuat bus tak terus melaju tak terkendali. ”Saat itu saya ketakutan dan langsung meloncat keluar bus,” jelasnya.

Hindari Pengendara

Terpisah, Kanit Laka Polrestabes Semarang AKP Sugito mengatakan, bus yang kehilangan kendali terus melaju ke arah bawah. Namun saat hendak melintas di pertigaan tersebut, sopir bus menbanding setirnya ke arah kanan untuk menghindari sejumlah pengendara yang saat itu berhenti di lampu merah di pertigaan tersebut. ”Sopir sempat berusaha mengendalikan bus, tapi lajunya tetap tidak terkendali hingga bus menabrak Honda Beat,” jelas Sugito. Tabrakan keras tersebut membuat pengendara motor dan kendaraannya terlempar. Korban yang terjatuh bahkan terseret bus tersebut. Bus kemudian menabrak sepeda motor Yamaha Vixion yang berada di depannya. Tak berhenti sampai di situ, bus yang terus melaju kemudian menabrak mobil Toyota Innova yang melaju dari arah berlawanan. ”Dua pengendara motor itu tewas di lokasi, sopir mobil selamat. Adapun bus baru berhenti setelah menghantam tiang listrik yang berada di kiri jalan, penumpangnya baik-baik saja,” papar dia.

Disinggung terkait penyebab kecelakaan tersebut, Sugito mengatakan, pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut. Namun dari hasil pemeriksaan sementara kecelakaan itu diduga terjadi karena kelalaian sopir. ”Saat kami minta keterangan dia mengaku belum sempat mengecek kondisi bus sat hendak melanjutkan perjalanan. Ini sopir kami amankan untuk kami periksa lebih lanjut,” kata Sugito. Jenazah kedua pengendara motor dibawa ke RSUPdr Kariadi, dan kemarin siang sudah diambil pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.(K44-57)