14 September 2017 | Olahraga

Villas-Boas Tuduh Guangzhou Lakukan Trik Kotor

GUANGZHOU- Pelatih Shanghai SIPG, Andre Villas-Boas menuduh Guangzhou Evergrande melakukan trik kotor, setelah kemenangan epik pada perempat final Liga Champions AFC. Mantan pelatih Chelsea dan Tottenham Hotspur tersebut menyebut tuan rumah mendalangi serangkaian ”kecelakaan” untuk menunda kedatangan SIPG ke stadion. Evergrande hampir membuat keajaiban besar kala menyamakan defisit empat 0-4 pada leg pertama di Shanghai.

Walau kemudian SIPG yang mengakhiri pertandingan dengan minus dua pemain akhirnya menang adu penalti setelah agregat sama kuat 5-5. Ini menjadi capaian pertama SIPG lolos ke semifinal Liga Champions. Akan tetapi Villas-Boas mendidih setelahnya. Ia mengecam kepemimpinan wasit Alireza Faghani dari Iran, yang mengusir dua pemainnya pada babak perpanjangan waktu.

Selain itu, dalam rekaman video yang diunggah ke internet, SIPG dipusingkan dengan kecelakaan mobil yang sama ketika mereka menuju ke Guangzhou. ”Kami berangkat dengan bus. Dua mobil yang sama mengalami tiga kecelakaan di depan kami, jadi ini adalah masalah,” kata Villas-Boas menuding ini sebagai cara kotor Evergrande yang diasuh mantan pelatih Brasil juara dunia 2002, Luiz Felipe Scolari. ”Ini adalah pencapaian terbesar bagi SIPG karena sepertinya satu klub mendominasi AFC.

Klub ini (Evergrande) bisa melakukan semuanya. Mereka bisa memblokir hotel, menyebabkan orang mengalami kecelakaan di depan kami,’’lanjut Villas-Boas. Mendapat tuduhan sangat serius, Evergrande tidak segera mengomentari pernyataan pria berkebangsaan Portugal itu. Dalam rekaman video, jalan yang dilalui SIPG diblokade lima kali karena dua atau tiga mobil berwarna perak berhenti setelah tabrakan. Klaim ini, seperti pembalasan Villas-Boas.

Pada leg pertama Agustus lalu, setelah SIPG menang 4-0 di Shanghai, pelatih Evergrande, Luiz Felipe Scolari mengeluhkan mesin pendingin di ruang ganti timnya rusak, sehingga ia menggambarkan seperti sauna. SIPG dikabarkan mengalami hal yang sama di Stadion Tianhe. Mesin pendingin tak bekerja dengan baik, serta tak ada air panas. Villas-Boas yang akan memimpin timnya menghadapi Urawa Reds, juga mengamuk melawan wasit Faghani yang mengusir dua pemainnya.

”Ini memalukan, ini memalukan,” seru Villas-Boas. Scolari yang menerima kekalahan dengan hati terbuka, tak bisa menahan diri untuk kembali mempermasalahkan mesin pendingin ruangan. ”Haruskah kami memindahkan AC di Stadion Shanghai ke Guangzhou agar mereka bisa merasakannya?” ucap pria yang juga pernah membesut Chelsea dan timnas Portugal itu.(J21-65)