14 September 2017 | Ekonomi - Bisniss

Penjualan Properti Terhambat Suku Bunga

SEMARANG - Suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi kendala dalam penjualan properti. Pengembang berharap perbankan dapat menurunkan suku bunga tersebut. Ketua penyelenggara Property Semarang Expo, Dibya K Hidayat mengatakan, kendala yang dihadapi pasar properti cukup banyak. Salah satunya suku bunga KPR yang terus bertengger tinggi. ‘’Kami berharap suku bunga bisa turun lagi. Sebab, kalau lebih rendah akan lebih bagus,’’ ungkapnya di sela pembukaan pameran properti tersebut di Mall Paragon Semarang, Rabu (13/9).

Saat ini bunga KPR mencapai 9,9?ngan fix 3 tahun. ‘’Harapannya, kalau bisa 7,5?ngan fix 3 tahun itu akan lebih bagus dan mampu mendorong penjualan properti,’’ tuturnya. Properti sekarang ini dinilai menjadi sebagai salah satu bisnis paling aman. Apalagi, sektor tersebut merupakan penyumbang pajak cukup besar bagi APBN. ‘’Dengan latar belakang itu paling tidak pemerintah bisa memberikan commercial rate atau suku bunga khusus pada penjualan di sektor properti,’’imbuh Dibya.

Positif

Pada kesempatan tersebut sebanyak 12 pengembang menggelar pameran properti bertajuk ‘’Property Semarang Expo Ke-7” di Mall Paragon Semarang, mulai 13-24 September 2017. ‘’Kegiatan ini sudah yang ketujuh kalinya.

Trennya, mulai positif,’’ungkapnya. Para pengembang yang terlibat mulai optimistis penjualan properti akan bergairah. Sebab dari penyelenggaraan dua pameran sebelumnya, penjualan properti yang dipamerkan terus meningkat dibandingkan empat kali penyelenggaraan pameran yang sebelumnya lagi. ‘’Ya, ada pencapaian target dari dua kali pameran sebelumnya.

Makanya, kami optimistis para pameran ketujuh ini juga sama, mencapai target yang diinginkan,’’ kata Direktur PT Kini Jaya Indah itu. Diketahui, dua kali pameran sebelumnya mampu menjual rata-rata 56 unit, sehingga pada pameran kali ini ditargetkan setidaknya 70 unit properti dari berbagai pengembang bisa terjual. Adapun, segmentasi konsumen pada pameran tersebut adalah menengah ke atas. (K3- 74)