14 September 2017 | Suara Muria

Proyek Infrastruktur Segera Dituntaskan

KUDUS-Bupati Musthofa akan menuntaskan pembenahan infrastruktur mendasar di Kudus pada akhir kepemimpinannya. Hal itu supaya bermanfaat bagi masyarakat. Evaluasi dan pemantauan proyek publik dioptimalkan agar hasilnya maksimal dan tidak menyisakan persoalan di kemudian hari. Musthofa mengemukakan hal tersebut, Rabu (13/9). Dikatakan, sebagian besar proyek publik sudah rampung atau paling tidak saat ini dalam penyelesaian.

”Salah satunya perbaikan infrastruktur di kawasan Menara.” Sebagai pemimpin daerah, dia menyadari sering menjadi sasaran pertanyaan dan kesalahan dari sebagian kalangan. Hal itu direspons dengan menggelar kegiatan yang diperlukan masyarakat. Walaupun demikian, pihaknya berharap agar masukan dan koreksi itu dilakukan secara objektif. ”Misalnya, pemahaman dalam sebuah kegiatan tentu menimbulkan dampak saat prosesnya berlangsung.”

Namun diakui seringkali pihaknya menerima masukan mengenai banyak hal yang berkaitan proyek publik. Setelah dicek, ternyata banyak di antaranya yang masih dalam proses pengerjaan. Sebaliknya, bila memang mendapati hal-hal yang dianggap kurang tepat, pihaknya melalui instansi terkait akan melakukan koreksi atau perbaikan. ”Evaluasi akan dilakukan agar hasilnya maksimal.”

Terpenuhi

Proyek infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan mobilitas publik seperti jalan, jembatan, pusat perdagangan, layanan kesehatan dan sekolah akan dituntaskan tahun ini. Hal serupa dilakukan untuk penyediaan kebutuhan dasar lain, seperti air dan pangan.

Semua kebutuhan masyarakat harus dipenuhi dan mereka dilayani dengan baik. Perbaikan infrastruktur diharapkan dapat menyentuh semua kebutuhan masyarakat mulai dari peningkatan layanan sarana penghubung berupa jalan jembatan, sekolah hingga pasar. Pihaknya ingin menyelesaikan pekerjaan rumah yang ditunggu penuntasannya oleh warga Kota Keretek.

Secara terpisah, Kadinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sam’ani Intakoris menyatakan, secara umum hampir semua kebutuhan dasar infrastruktur di Kudus sudah dituntaskan, khususnya di institusinya. Meskipun begitu, pihaknya tidak mengelak bila ada beberapa usulan yang mungkin belum dapat direalisasikan, mengingat kemampuan anggaran. ”Setiap tahun dipastikan juga terjadi kerusakan infrastruktur baik karena tingginya pemakaian, faktor cuaca, maupun bencana alam.” (H8-14)