13 September 2017 | Hello Kampus

Sepak Terjang Mahasiswa Asing

SALAHsatu tulang punggung untuk mempercepat akselerasi internasionalisasi perguruan tinggi adalah Kantor Urusan Internasional (KUI) atau International Office (IO) milik Universitas Diponegoro (Undip). Pengelolaan yang baik di lingkungan lembaga ini membuat 153 mahasiswa asing yang sedang mengenyam pendidikan di Undip merasa kerasan.

”Mereka terdiri atas mahasiswa program doktoral, magister, sarjana, serta program magang (internship) di kampus ini. Kami bekerja keras termasuk mendapat dukungan penuh universitas, fakultas, dan prodi untuk membuat mahasiswa asing nyaman kuliah di Semarang,” tutur Head of International Office Undip, Dr Ita Widowati DEA.

Peserta perkuliahan lintas negara itu berasal dari Perancis, Belanda, Slovakia, Rusia, Belgia, India, dan Yordania. Selain itu juga dari Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Thailand, Vietnam, Ghana, Myanmar, Laos, Malaysia, hingga Palestina. Para ekspatriat ini memilih belajar di Indonesia yang beriklim tropis juga karena program beasiswa yang mendukung.

Di antaranya melalui dukungan program Share Scholarship, Darmasiswa Indonesia, Kemitraan Negara Berkembang, maupun program kerja sama antaruniversitas seperti dengan Kagoshima University dan Kobe University di Jepang. Atau juga kolaborasi dengan Wageningen University dari Belanda dan Program Cebior.

Undip juga baru saja menerima 10 mahasiswa asing melalui program beasiswa dari EU Share Batch 3 yang didanai Uni Eropa. Mereka adalah warga negara dari Laos, Myanmar, Malaysia, dan Kamboja. Delegasi mahasiswa empat negara ini merasakan tinggal di Kota Semarang selama satu semester dari bulan Agustus hingga 15 Desember 2017.

Beberapa program studi yang dipelajari yakni sastra Inggris, akuntansi, hubungan internasional, biologi, sejarah, dan antropologi. Wakil Rektor Undip, Prof Dr M Zainuri mengakui kedatangan mahasiswa internasional juga bagian memperkokoh reputasi internasional Undip. Mereka percaya untuk menimba ilmu di kampus ini yang menandakan kuatnya atmosfer akademik yang terbangun.

”Selain mendalami materi akademik di dalam kampus, mereka juga mempelajari keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia. Ini jadi bentuk Undip masuk era World Class University,” tuturnya. Saat ini, sedikitnya 12 mahasiswa Undip juga mendapat beasiswa dari EU Share masuk agenda pertukaran pelajar Asia dan Eropa.(55)