13 September 2017 | Internasional

Arab Saudi Gagalkan Rencana Bom IS

RIYADH- Otoritas Arab Saudi berhasil menggagalkan rencana teror bom dari kelompok radikal Islamic State (IS) di wilayahnya dan menangkap sejumlah orang yang dicurigai menjadi mata-mata untuk kekuatan asing. Kedua informasi itu disampaikan oleh seorang pejabat keamanan Arab Saudi kepada kantor berita Saudi Press Agency (SPA) dan seorang sumber keamanan Saudi lainnya kepada Reuters. Tidak diketahui pasti apakah kedua informasi itu terkait.

Namun, rencana teror bom IS yang digagalkan itu diketahui menyasar markas Kementerian Pertahanan Arab Saudi. Dua warga negara Yaman diidentifikasi sebagai tersangka pengebom bunuh diri dalam rencana teror tersebut. Keduanya diketahui tinggal di Saudi dengan menggunakan nama samaran. Mereka ditahan bersama dengan dua warga negara Saudi yang dicurigai terlibat rencana teror di Ibu Kota Riyadh tersebut. Ditambahkan oleh sumber keamanan Saudi itu, para pelaku terlatih dalam menggunakan sabuk peledak.

Otoritas Saudi juga menyita sejumlah granat dan senjata api dalam operasi penggagalan rencana teror itu. Arab Saudi sebelumnya dilanda sejumlah serangan pengeboman dan penembakan yang didalangi IS, dengan menargetkan pasukan keamanan dan muslim Syiah. IS sendiri selama bertahuntahun mengkritik Kerajaan Arab Saudi yang bersekutu dengan negara-negara Barat.

Dalam informasi terpisah, SPA mengutip seorang sumber keamanan yang menyatakan otoritas Saudi membongkar ‘aktivitas intelijien yang menguntungkan pihak asing’ oleh sekelompok orang. Namun identitas orang-orang itu tidak dirilis ke publik. Sumber keamanan itu menyebut beberapa tersangka yang ditangkap diduga terkait Ikhwanul Muslimin yang dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Saudi.

”Mereka melakukan aktivitas spionase dan melakukan kontak dengan entitas eksternal termasuk Ikhwanul Muslimin,” ujar sumber tersebut. Penyelidikan atas kasus tersebut masih berlangsung. Nama dua negara yang dimaksud dan nama para tersangka tidak dirilis ke publik. Namun sumber keamanan Saudi menyebut salah satu tersangka yang ditangkap adalah anggota kelompok Houthi di Yaman.(rtr-25)