12 September 2017 | Internasional

LINTAS JAGAT

Gadis Disabilitas Dikerubuti Tikus

PARIS - Seorang gadis penyandang disabilitas dilaporkan dalam kondisi kritis di rumah sakit setelah sekawanan tikus mengerubungi dan menggigiti tubuhnya saat dia tidur di kamarnya di Prancis. Gadis lumpuh berusia 14 tahun itu tengah tidur di lantai bawah saat serangan sekelompok tikus itu terjadi di sebuah rumah kontrakan di Kota Roubaix. Orang tua sang gadis tidur di lantai atas saat insiden terjadi.

Seorang petugas medis, dikutip France Info, mengatakan terdapat 45 luka gigitan di wajah, 150 di tangan, dan 30 di bagian kaki gadis malang tersebut. Ayah sang gadis menuntut pemilik rumah kontrakan atas tuduhan kelalaian. Berbagai laporan menyebutkan sampah-sampah di sekeliling rumah tersebut menggunung sehingga memicu tikus berdatangan. Sang ayah, yang memiliki dua anak lainnya, mengatakan bahwa dia mendapati putrinya yang lumpuh, Samantha, ”bersimbah darah” di tempat tidurnya pada Sabtu lalu. (bbc-53)

 

 

 

Uji Nuklir Korut Tak Sisakan Radiasi

BEIJING - Tiongkok menyimpulkan bahwa tingkat radiasi di sejumlah provinsi di perbatasan Korea Utara (Korut) masih normal setelah Pyongyang melakukan uji nuklir. Kementerian Lingkungan Hidup Tiongkok mengumumkan simpulan itu pada Minggu (10/9) waktu setempat. Simpulan ini sekaligus mengkahiri pengamatan radiasi darurat yang dilakukan Tiongkok di sepanjang perbatasannya dengan Korut menyusul uji coba nuklir di negara itu pada Minggu (3/9).

”Pengujian yang komprehensif telah menyimpulkan bahwa uji coba nuklir DPRK ini tidak menimbulkan dampak lingkungan terhadap Tiongkok,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan yang dimuat di situsnya, dengan menggunakan inisial nama resmi Korut. ”Setelah delapan hari melakukan pemantauan terus-menerus, tidak ada hasil yang tidak normal yang ditunjukkan.” Lebih dari 1.000 sampel aerosol, udara, yodium, air, dan sedimen diambil di stasiun pemantauan di Provinsi Heilongjiang, Jilin dan Liaoning di timur laut serta di Provinsi Shandong timur. (afp-mn-53)

 

 

 

Periksa Kelamin Pasien, Dokter Diadili

SYDNEY - Seorang dokter ahli imunologi di Newcastle, Australia, diajukan ke pengadilan lantaran diduga melakukan pemeriksaan vagina dan dubur (anal) pasien karena alasan seksual, bukan alasan medis. Dokter bernama Jeremy Michael Stafford Coleman (64) itu dikenai 66 dakwaan pelecehan seksual dan perbuatan tidak senonoh. Menurut Pengadilan Distrik Newcastle, pelanggaran yang dilakukan Coleman terjadi selama 20 tahun, dari 1993 hingga tahun 2013, di kliniknya di Newcastle dan Kanwal.

Namun pengacara Coleman, Pauline David, mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Coleman dilakukan untuk alasan medis, dan bukan tindakan seksual. ”Yang ingin saya katakan dalam sidang ini adalah tindakannya untuk alasan medis. Satu-satunya alasan memegang-megang para wanita itu adalah karena alasan medis,” kata David. Namun pihak penuntut, Paul Marr, mengatakan bahwa Coleman tidak memiliki alasan medis yang jelas dalam memeriksa pasien. Beberapa pemeriksaan dilakukan tanpa mengenakan sarung tangan. (dtc-53)