12 September 2017 | Wacana

Membangun Atmosfer Internasional Kampus

  • Oleh Fatah Syukur

"Conferensi Elite bertaraf internasional ini merupakan momentum sangat penting dan strategis mengenalkan UIN Walisongo di mata dunia secara langsung."

TANGGAL12-15 September 2017, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Unversitas Islam Negeri Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Elite International Converence yang ke-5 di Hotel Pandanaran Semarang dan akan dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah. Kegiatan ini mengambil tema ”The New Trends of The 21st Century On Education, Language, and Intercultural Studies”.

Di tengah persaingan global dan banyaknya kritik terhadap keberadaan lembaga perguruan tinggi kita yang kurang memiliki daya saing dengan perguruan tinggi dunia dan rendahnya kemampuan berbahasa internasional, maka momentun kegiatan ini menjadi sangat penting.

English Linguistic Literature and Education (Elite) merupakan sebuah asosiasi berbasis prodi Bahasa Inggris. Asosiasi Elite termasuk asoisasi yang anggotanya berasal dari luar PTKIN yang kehadirannya banyak memberikan kontribusi bagi pengembangan prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan prodi Bahasa dan Sastra Inggris di bawah naungan perguruan tinggi kependidikan Islam negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Hingga kini, Elite telah melaksanakan empat (4) even internasional. Pertama, 1rst International confernce di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, tahun 2013. Kedua, 2nd International conference di IAIN Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tahun 2014. Ketiga, 3rd International conference di UIN Sutan Syarif Qasim, Riau. Keempat, 4th International conference di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, tahun 2015.

Di samping itu, Elite yang diketuai oleh Like Raskova Oktaberlina PhD (dosen FITK UIN Maulana Maliki Malang) berkiprah dalam pengembangan peningkatan mutu PTKIN, utamanya untuk prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Bahasa Sastra Inggris (BSI). Bahkan Elite merupakan salah satu asosiasi pendatang baru yang dilibatkan oleh DIKTIS Kemenag Pusat dalam peninjauan dan pengembangan kurikulum prodi pendidikan bahasa Inggris dan BSI.

Tepat di usianya yang kelima ini, Elite menyelenggarakan perhelatan level internasional kelima di UIN Walisongo Semarang. Hi-Five The 5th International conference akan menjadi slogan perhelatan Elite kelima tersebut. Penyelenggaraan kegiatan Elite 5 ini tentunya selaras dengan kebijakan para pimpinan UIN Walisongo untuk menjadikannya sebagai universitas bertarap internasional. Conferensi Elite bertaraf internasional ini merupakan momentum sangat penting dan strategis mengenalkan UIN Walisongo di mata dunia secara langsung. Hal itu karena acara tersebut dihadiri minimal lima (5) pakar EnglishTeaching, Linguistic, Literature, Education, dan Intercultural studies dari lima (5) negara, dan para trainer (berkebangsaan Amerika) dari Relo.

Selain itu, The 5th Elite international conference tersebut dapat menjadi media penegas bahwa eksistensi bahasa Inggris sebagai bahasa kedua memang berkembang pesat di lingkungan UIN Walisongo Semarang. Sebagaimana dimaklumi, bahasa Inggris merupakan alat komunikasi internasional yang harus dimiliki mahasiswa dalam mengantisipasi tantantang dan persaingan global. Kemahiran berbahasa Inggris, baik secara lisan maupun tulisan, akan menjadi kompetensi yang memudahkan para mahasiswa dalam mengakses informasi global, karena bahasa Inggris digunakan oleh hampir mayoritas sumber informasi dan teknologi, baik di dunia kerja maupun diberbagai aspek komunikasi global.

Disadari bahwa di balik pentingnya posisi bahasa Inggris tersebut, masih terdapat banyak persoalan pada tingkat lokal, nasional, dan internasional; dan justru persoalan-persoalan itu yang akan didiskusikan pada Elite International conference itu.

Rekomendasi para pakar dari level nasional dan level internasional yang hadir pada acara ini diharapkan berdampak terhadap kebijakan pemerintah dan juga berdampak pada perbaikan kegiatan pembelajaran di kelas. Permasalahan kegiatan pembelajaran bilingual (English -Indonesia) tidak harus berbenturan dengan pengajaran mata pelajaran bahasa Indonesia.(42)

Prof Dr H Fatah Syukur MAg, Wakil Dekan Bidang Akademik FITK UIN Walisongo dan Steering Committee Elite Ke-5