12 September 2017 | Hukum

KPK Sita Dokumen Kontrak Proyek

  • Belasan Pejabat Pemkot Tegal Diperiksa

JAKARTA-Tim penyidik KPK menyita sejumlah dokumen kontrak proyek terkait kasus suap Wali Kota Tegal nonaktif, Siti Masitha, Senin (11/9). Penyitaan itu dilakukan setelah tim menggeledah empat kantor di dua kota di Jawa Tengah. Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan, penggeledahan tersebut dilakukan di Kota Tegal dan Semarang.

“Di Tegal ada satu kantor dan satu lagi adalah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tegal. Kemudian di Semarang ada dua perusahaan yaitu PTSMJ dan PT RJP,” katanya, kemarin.

Yuyuk menjelaskan penggeledahan dilakukan tiga tim secara pararel sejak pukul 09.30. Berdasarkan penggeledahan itu penyidik menemukan dokumen yang berkaitan dengan kasus suap. “Yang pertama adalah dokumen yang terkait dengan beberapa kontrak proyek dan dokumen tentang perusahaan yang merupakan rekanan dari Dinas PUPR,” kata Yuyuk.

Satu rumah yang digeledah di Tegal kemarin diketahui beralamat di Jalan Kamboja, Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur. Saat penggeledahan, penyidik komisi antirasuah yang berjumlah lima orang, dikawal lima personel Sat Sabhara bersenjata lengkap dan menggunakan rompi hitam antipeluru. ‘’Kami memang mendapat surat dari KPK untuk membantu memberikan pengawalan secara terbuka. Sehingga kami terjunkan lima personel Sat Sabhara yang bersenjata lengkap,’’ terang Kapolres Tegal Kota AKBPSemmy Ronny Thabaa.

Selain itu aparat juga memeriksa sejumlah pejabat mulai dari kepala bagian hingga kepala dinas. Plt Wali Kota Tegal Drs HM Nursholeh MMPd mengatakan, ada sekitar 15 pejabat yang minta izin karena mendapat undangan untuk diperiksa penyidik KPK. (K32,D12,cnn-67)