11 September 2017 | Edukasia

OKI Didorong Kembangkan Pusat Iptek

ASTANA- Indonesia mendorong seluruh negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) agar dapat mengembangkan berbagai pusat iptek di berbagai kawasan. Pembentukan center ini akan memberikan dampak positif terutama terhadap generasi muda yang sejak usia muda telah diperkenalkan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

”Isu kualitas pendidikan juga perlu diperhatikan sebagai syarat bagi terciptanya masyarakat yang sejahtera di seluruh kawasan negara OKI,” tegas Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohamad Nasir di Astana, Kazakhstan, Sabtu (9/9).

Peningkatan jumlah dan kualitas pendidikan tinggi (vocational education), lanjut Nasir, juga perlu terus dilakukan untuk menunjang kegiatan industri di seluruh negara OKI. Dalam hal ini, Indonesia mendorong kalangan industri dapat terlibat di dalam pengembangan vocational education dimaksud.

”Saya telah menggunakan kesempatan pertemuan ini untuk menyampaikan berbagai rencana Indonesia dalam memajukan Iptek nasional, seperti pembangunan Science and Techno Park, Capacity Building Programme, pertukaran profesor di tingkat global, penyelenggaraan kerja sama riset dan pengembangan serta Techno Entrepreneurship,” jelasnya.

Pertemuan tingkat menteri para Menristek negara anggota OKI diselenggarakan sebagai salah satu pertemuan pada rangkaian Konperensi Tingkat Tinggi OKI mengenai iptek yang diselenggarakan di Astana Kazakhstan, 10-11 September 2017.

Delegasi RI pada pertemuan puncak KTT akan dipimpin oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Selain pertemuan tingkat menteri, rangkaian pertemuan juga telah dimulai dengan pertemuan tingkat pejabat tinggi (Senior Official Meeting/SOM). KTT OKI mengenai pptek merupakan KTT tematik pertama di bawah kerangka forum kerja sama OKI.

KTT ini mengangkat tema, ”Science, Technology, Innovation and Modernization of the Muslim World”. Pada akhir KTT, diharapkan seluruh kepala negara atau wakil kepala negara akan mengesahkan beberapa dokumen akhir, yaitu dokumen OIC Science, Technology and Innovation 2026 serta dokumen Astana Declaration. (nya-42)