Yusqon, Guru Inspiratif dari Tegal

”Presiden Terminal” yang Berantas Buta Huruf

SM/Tresno Setiadi - TERIMA PIAGAM: Yusqon mendapat piagam Nominasi 10 PNS Inspiratif dari Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin (2/12).(24)
SM/Tresno Setiadi - TERIMA PIAGAM: Yusqon mendapat piagam Nominasi 10 PNS Inspiratif dari Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin (2/12).(24)

Presiden Terminal. Itulah julukan yang disematkan para pedagang asongan dan awak bus di Terminal Bus Kota Tegal kepada Yusqon, pendiri sekolah gratis dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti. Kiprah Yusqon kini diakui di tingkat nasional.

SEJAK 2011, suasana Terminal Tegal mulai menunjukkan perbedaan. Tak hanya dipenuhi calon penumpang dan awak angkutan umum dengan segala hiruk pikuknya, namun lokasi itu juga menawarkan layanan pendidikan.

Perbedaan itu tampak sejak Yusqon yang merupakan guru SMK 2 Tegal mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti. TBM yang memiliki bermacam koleksi buku lambat laun berubah menjadi Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) atau yang dikenal sebagai Sekolah Terminal Sakila Kerti. Hal itu karena letaknya berada di dalam terminal. Kegiatan belajar diadakan di kios tak berpenghuni di pojok terminal.

Dibantu dukungan sukarelawan sebagai tenaga pengajar, sekolah terminal melayani pendidikan mulai PAUD hingga Kejar Paket A, B, dan C, hingga pelatihan keterampilan wirausaha. Siswanya kebanyakan pengasong atau pedagang kecil, awak bus, serta anak-anak mereka.

Semua biaya digratiskan. Kiprah Yusqon itu mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Sekolah yang dikelolanya kerap menjadi lokasi studi banding rombongan dari berbagai daerah. Berbagai penghargaan pun diraihnya.

Terkini, Yusqon menjadi nomine 10 PNS Inspiratif pada Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Penghargaan itu diserahkan oleh Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo di Auditorium TVRI, Jakarta, Senin (2/12) malam. Suami Sismiyati, guru SMP 1 Tegal, itu mengaku bangga atas penghargaan tersebut, meski tak masuk lima besar.

Menurut Yusqon, menjadi guru bisa di mana saja. Selain memiliki kewajiban di sekolah formal sebagai guru dan kepala perpustakaan, dia juga masih meluangkan waktu untuk mengajar di terminal.

Misinya satu, memberantas buta aksara dan menjaring sebanyakbanyaknya warga untuk diajak belajar. Ia mengakui, memberikan layanan pendidikan semua umur secara gratis bagi warga terminal dan sekitarnya bukan perkara mudah. Butuh perjuangan dan keikhlasan terus menerus.

Pesan mendiang ayahnya, Makmoeri, selalu diingatnya. Yakni, hidup yang diberikan Tuhan harus terus dimanfaatkan untuk berbuat kebaikan. "Alhamdulillah, Allah mengangkat Kota Tegal dengan karya inovatif dan inspiratif warganya," kata ayah dari Yuanisa Aisannafi, Muhamad Ilham Rilambang, dan Mujadid Amar Rahman itu.

Tiga Kategori

Terdapat tiga kategori pada malam Anugerah ASN 2019 yakni PNS Inspiratif, PPT Pratama Teladan, dan The Future Leader. Sebelumnya, para nomine termasuk Yusqon telah melewati beberapa tahapan seleksi yakni seleksi administrasi, verifikasi lapangan, dan wawancara.

Pada pembukaan, 1.051 nama ASN dari 281 instansi pemerintah diusulkan. Dari usulan tersebut, dilakukan seleksi administrasi dan seleksi tahap I, kemudian dipilih 100 kandidat terbaik dari ketiga kategori. Pada seleksi tahap II, dipilih 10 kandidat terbaik di setiap kategori dan dilakukan verifikasi lapangan.

Selanjutnya, pada seleksi tahap III, dari 10 nomine terbaik dipilih 5 besar pada masing-masing kategori. Pada malam penganugerahan, diumumkan tiga terbaik untuk masing-masing kategori. Pencapaian Yusqon tersebut menjadi kabar gembira bagi warga sekolah terminal. Salah satunya Saryadi, dan sukarelawan Darsiti.

Menurut Saryadi, Yusqon membawa banyak perubahan hidup bagi warga terminal dan sekitarnya. Banyak yang semula buta huruf kini bisa baca-tulis. Banyak pula yang tadinya tidak bisa mengaji, kini bisa membaca Alquran. Juga yang awalnya tidak memiliki keahlian, kini mampu berwirausaha secara mandiri, seperti membuat kue, tata rias, dan keterampilan lainnya.

”Alhamdulillah, jelas sekali kiprah Pak Yusqon membawa perubahan bagi kami. Presiden terminal yang merakyat tanpa batas. Nyata bergerak, memutus mata rantai kebodohan dan ketergantungan,” ucap Saryadi.

Hal senada idsampaikan Darsiti, penyuluh agama Kemenag Kota Tegal. Menurut dia, Yusqon adalah sosok yang membawa banyak manfaat di lingkungan sekitar terminal. (Tresno Setiadi-19)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar