Koalisi Masyarakat Sipil Tagih Janji Jokowi

JAKARTA - Koalisi Masyarakat Sipil menagih janji Joko Widodo terkait penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Organisasi tersebut meminta Joko Widodo segera menyampaikan hasil perkembangan pengusutan kasus tersebut.

''Presiden Joko Widodo segera menyampaikan hasil perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan kepada publik,'' kata salah satu perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Kurnia Ramadhana, Selasa (3/12).

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) itu menilai, Jokowi belum memberikan keadilan terhadap Novel Baswedan hingga 970 hari kasus penyerangan itu berlalu. Padahal, Jokowi sudah memberikan tengat waktu pengusutan kasus hingga awal Desember 2019.

"Presiden telah memberikan tenggat waktu kepada Kapolri Idham Azis untuk menyelesaikan kasus awal Desember. Namun kenyataannya, tidak ada sama sekali perkembangan yang disampaikan Presiden Jokowi untuk mengungkap siapa aktor di balik penyerangan Novel Baswedan,'' tuturnya.

Dia juga menyinggung kinerja tim bentukan Polri yang tidak kunjung menemukan titik terang pengusutan kasus Novel. Kurnia mencatat, ada tiga tim Polri yang dibentuk untuk mengusut kasus tersebut, yakni 12 April 2017, 8 Januari 2019 dan tim teknis pada 1 Agustus 2019.

''Banyak tim yang dibentuk oleh kepolisian tidak linear dengan hasil kerjaan yang telah memakan waktu selama dua tahun delapan bulan. Apalagi Kapolri saat ini, Idham Azis merupakan ketua dalam tiga tim yang telah dibuat,'' tegasnya. Berkaca dari hal itu, dia mengatakan, seharusnya Jokowi mengambil sikap dengan mengevaluasi tim bentukan Polri.

Ternyata hal itu tidak dilakukan Jokowi. ''Alih-alih bersikap realistis terhadap proses pengusutan kasus yang dinilai sulit oleh kepolisian, Presiden Jokowi tidak pernah melakukan evaluasi terhadap tim yang dibentuk oleh kepolisian,'' tandasnya. Kurnia berharap, Jokowi memiliki sikap tegas dengan mencopot Kapolri Idham Azis jika tidak mampu mengungkap kasus tersebut.

Dia juga berharap, Jokowi segera membentuk tim independen untuk mengusut kasus Novel. ''Presiden segera membentuk tim gabungan independen untuk mengungkap aktor di balik penyerangan terhadap Novel Baswedan,'' tegasnya. (D3-41)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar