BPIP Didorong Maksimalkan Media Sosial

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila memaksimalkan penggunaan layanan Youtube dan Netflix untuk menyebarkan ideologi Pancasila secara masif kepada generasi muda. ”Layanan video, TV, Youtube, Netflix, Iflix. Ini yang harus kita gunakan kalau kita ingin cepat dan tidak keduluan ideologi lain,” ujarnya dalam acara Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

BPIP juga diminta membanjiri narasi ideologi Pancasila di platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan Snapchat. Menurut presiden, hal ini diperlukan agar semua kementerian dan lembaga, termasuk BPIP mengerti media apa yang harus digunakan untuk menjangkau 129 juta anak muda Indonesia.

Presiden menambahkan, cara penyebaran ideologi Pancasila juga bisa dilakukan melalui layanan percakapan online, seperti WhatsApp, Telegram, Line, Kakao Talks. BPIP juga bisa menggandeng pembuat konten, seperti youtubers, selebgram, vlogger, dan selebtwit.

ìMedia-media ini lah yang akan mempercepat membumikan Pancasila,î imbuhnya. Jokowi menegaskan, membumikan Pancasila kepada anak muda saat ini jauh lebih penting. Pasalnya, jumlah anak muda di Indonesia mencapai sekitar 129 juta jiwa atau 48 persen dari total penduduk.

Karena itu, jika anak muda tidak memahami Pancasila, maka akan berbahaya buat negeri. Pada kesempatan yang sama, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta seluruh kementerian dan lembaga untuk memegang teguh Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Dia menilai, Indonesia merupakan negara yang besar, hanya bisa bersatu dengan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Karena itu, Jokowi mengajak semua pihak untuk mengawal kebijakan-kebijakan negara dengan mengamalkan Pancasila, termasuk di setiap regulasi, UU, hingga kebijakan apapun yang diputuskan negara.

”Saya berikan contoh, misalnya Kartu Indonesia Sehat, PKH, ada ideologinya? Tanya ke saya saja. Lihat lebih dalam lagi ada apa di situ? Perikemanusiaan ada di situ, BBM satu harga ada ideloginya di situ, ada. Keadilan sosial ada di situ,” tandasnya. Kebijakan pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah lima tahun lalu juga berlandaskan pengamalan Pancasila, berupa keinginan pemerintah yang mempersatukan dengan pembangunan ekonomi. ”Jangan melihat urusan remehtemeh, ndak seperti itu.

Coba lebih dalami lagi, akan muncul ideologi-ideologi yang setiap program Bapak/Ibu luncurkan ada rasa ideologi Pancasilanya, tapi yang harus kita lihat bagaimana membumikannya ini lebih jauh penting,” tegas Jokowi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengarah BPIPMegawati Soekarnoputri menyadari beratnya tugas yang diemban BPIP. Sebab, tugas BPIP tidak sekedar membumikan Pancasila, tetapi bagaimana ideologi Pancasila yang sudah ada di dalam sanubari rakyat tidak dibelokkan seiring dengan berjalannya waktu.

Dia pun meminta Jokowi segera menunjuk dua anggota dewan pengarah BPIP yang baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Ma’ruf Amin dan Mahfud MD. ”Sampai sekarang, mohon maaf Pak Jokowi, belum ada penggantinya. Saya berulang kali mengingatkan Beliau, kami masih kurang,” ungkapnya. (J22,H28-41)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar