Tudingan Intervensi Pihak Luar Tendensius

SM/rep detik : KEMBALIKAN FORMULIR: Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengembalikan formulir pendaftaran calon ketua umum Partai Golkar, Senin (2/12). (24)
SM/rep detik : KEMBALIKAN FORMULIR: Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengembalikan formulir pendaftaran calon ketua umum Partai Golkar, Senin (2/12). (24)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menganggap tudingan ada intervensi dari pihak luar terhadap Munas Golkar sebagai tudingan yang tendensius. ”Ini pertanyaan tendensius. Dalam musyawarah tidak ada lawan, semua adalah kader-kader terbaik Partai Golkar,” kata Airlangga di kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi Jakarta Barat, Senin (2/12) Dia berharap, semua pihak paham makna Munas. Dalam AD/ARTGolkar, para pemegang suara dalam munas adalah DPD I dan DPD II, bukan pihak eksternal. ”Apa makna musyawarah nasional? Kurang paham AD/RT. Pemegang suara adalah DPD I, ada DPD II,” ujar Airlangga. Airlangga meminta tak ada pihak yang mengalihkan wacana keluar dari konteks Munas. ”Kita fokus saja pada Munas,” ujar Menko Perekonomian ini. Sebelumnya, muncul tudingan dari Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPP Partai Golkar Taufik Hidayat ada intervensi dari tiga menteri Jokowi.

Taufik menyebut Munas telah dirampok oleh Pratikno cs. ”Terungkap Mensesneg, Menko Maritim, dan Menseskab bertemu dengan para ketua DPD. Ini menandakan para menteri campur tangan terhadap Munas Golkar,” kata Taufik, Sabtu (30/11). Menteri yang dituding melakukan intervensi dan tekanan terhadap kader Golkar adalah Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, serta Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan. Terkait hal tersebut, Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus mengatakan, petahana Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memang mendapat dukungan dari sejumlah senior partai. Lodewijk menyebut, dukungan datang dari Luhut Binsar Panjaitan hingga Wakil Presiden Indonesia ke-12 Jusuf Kalla (JK). ”Tentu kita perlu informasikan ini ke para petinggi-petinggi Golkar yang kebetulan mendukung Airlangga. Kebetulan insyaallah nanti ada Pak ARB (Aburizal Bakrie), Pak Agung Laksono, Pak Akbar Tandjung, Pak Luhut, dan Pak JK,” kata Lodewijk. Meski demikian, dia menyatakan, dukungan Luhut bukan sebagai seorang Menko Kemaritiman, melainkan dia sebagai senior di Golkar. ”Kita melihat Pak Luhut bukan seorang Menko, tapi senior Partai Golkar yang kebetulan mendukung Pak Airlangga,” ujarnya. Sementara itu, lawan kuat Airlangga, Wakorbid Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) telah resmi mencalonkan diri. Bamsoet menjanjikan tiga hal kepada DPD-DPD Golkar sebagai pemilik hak suara jika ia terpilih sebagai ketua umum. ”Kalau partai ini besar, hanya ada dua cara. Kita pernah punya dua tokoh senior yang pernah mengelola partai ini. Yang pertama Akbar Tandjung yang rajin turun ke bawah dan itu harus diikuti. Sebagai ketua umum partai politik, tidak ada hari-hari bagi Akbar Tandjung untuk duduk manis di Jakarta,” kata Bamsoet setelah mengembalikan formulir pendaftaran calon ketua umum Golkar di DPPGolkar. Kedatangan ketua umum ke daerah, menurutnya, menumbuhkan semangat kalangan akar rumput Golkar di daerah-daerah. Janji kedua yang diutarakan adalah dana pembinaan ke DPD. Meski tidak besar, menurut Bamsoet, dana tersebut dapat membuat kader di daerah mempunyai rasa memiliki. ”Di zaman Aburizal Bakrie, dana pembinaan disiapkan DPD. Walaupun jumlahnya tidak besar, tapi ini mengikat dan membuat daerah- daerah menjadi merasa memiliki daripada partai ini.

Untuk kabupaten/kota setiap bulan tidak pernah kurang dari Rp 5 juta, memang tidak besar tapi bagi DPD II kabupaten/kota, ini bentuk penghargaan dan bentuk pembinaan yang bagus,” ujar Ketua MPR ini. ”Begitu juga ke tingkat I, setiap bulan dari DPPdikirimkan Rp 15 juta - 25 juta, tergantung wilayahnya. Dananya untuk apa? Untuk DPD tingkat I berkeliling ke DPD tingkat II untuk melakukan pembinaan, sosialisasi, penggemblengan, dan konsolidasi,” sambung Bamsoet. Bamsoet mengaku akan melakukan dua hal tersebut untuk mengembalikan Golkar ke akarnya. Menurut dia, banyak yang ingin Golkar menjadi rumah yang nyaman bagi pendirinya. ”Dua inilah yang akan saya lakukan. Saya ingin partai ini ada dalam sejarah politik Indonesia, yang terpenting kembali ke khitahnya. Banyak yang rindu Partai Golkar ini menjadi rumah besar yang nyaman bagi pendirinya, serta keluarga besar TNI-Polri,” sebut Bamsoet. Janji terakhir, tidak ada sentralisasi kekuasaan di DPP. Bamsoet ingin Golkar memberi tanggung jawab kepada DPD untuk menentukan caleg dalam pilkada. ”Saya akan serahkan kepada DPD, karena yang tahu daerah, orang daerah. Selama ini dilempar ke pusat dan menjadi perpecahan karena ada kiriman calon dari pusat atau tingkat lebih tinggi,” imbuhnya. Pengembalian formulir pendaftaran calon ketua umum Partai Golkar resmi ditutup. ”Keseluruhan yang mengembalikan formulir sembilan orang,” ungkap Sekretaris Komite Pemilihan Munas Golkar, Syahmud Basri Ngabalin. Syahmud memastikan, kesembilan orang itu merupakan kader Golkar. Selanjutnya, Komite Pemilihan akan memvalidasi dan memverifikasi berkas yang telah diserahkan para pendaftar. Para calon yang mendaftar, terdiri atas Ridwan Hisjam, Ali Yahya, Achamad Annama, Indra Bambang Utoyo, Agun Gunandjar, Bambang Soesatyo, Derek Lopatty, Airlangga Hartarto, dan Aris Mandji. Presiden Joko Widodo pun direncanakan akan membuka Munas Partai Golkar pada 3-5 Desember 2019 di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta. Airlangga menuturkan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin juga dijadwalkan menutup agenda Munas. ”Kemudian tanggal 4-5 (Desember) itu Munasnya. Diharapkan penutupan pada 5 Desember dan Bapak Wakil Presiden akan menutupnya,” ujarnya. (dtc-41)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar