Tokoh Antikorupsi Diprioritaskan

Presiden Saring Calon Anggota Dewan Pengawas KPK

JAKARTA - Dalam menyaring calon-calon anggota Dewan Pengawas KPK, tim internal yang dibentuk Presiden Joko Widodo akan mencari tokoh dengan rekam jejak antikorupsi. Mereka akan diprioritaskan untuk menduduki posisi tersebut.

”Politik hukum kita adalah antikorupsi, jadi orang-orang yang jelas rekam jejak antikorupsinya itulah yang jadi tambahan untuk syarat normatif pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 (tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi-Red),” kata Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/12). Tim internal yang bertugas menyaring calon-calon anggota Dewan Pengawas KPK antara lain terdiri atas Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Purwono, dan Fadjroel Rachman. Tim mendapat masukan dari sejumlah pihak dan akan menyampaikan usulan nama kepada Presiden, lalu diperiksa latar belakangnya.

Dewan Pengawas adalah struktur baru dalam tubuh KPK berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2019. Lembaga itu bertugas mengawasi pelaksanaan tugas dan wewenang KPK, memberikan izin atau tidak memberikan izin penyadapan, penggeledahan, penyitaan, menyusun dan menetapkan kode etik pimpinan dan pegawai KPK, menerima dan laporan dari masyarakat mengenai dugaan pelanggaran kode etik oleh pimpinan dan pegawai. Dewan Pengawas KPK akan dilantik bersama pimpinan KPK periode 2019-2023 pada 21 Desember 2019. Presiden Jokowi menyatakan, anggota Dewan Pengawas KPK periode 2019-2023 setidaknya harus memiliki pengalaman bidang hukum pidana hingga audit keuangan. Selain itu, kata Jokowi, pihaknya juga menginginkan anggota Dewan Pengawas memiliki rekam jejak dan integritas yang baik. ”Memiliki pengalaman di bidang hukum pidana, juga mungkin yang berkaitan dengan audit pemeriksaan, misalnya untuk sebuah pengelolaan keuangan yang penting,” kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, kemarin. Menurutnya, tim internal masih mendengarkan masukan dari sejumlah pihak. (ant,cnn-19


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar