INFRASTRUKTUR

Konsep Multi Airport System Diterapkan di Empat Bandara

BANDUNG - PT Angkasa Pura II (Persero) mengimplementasikan konsep multi airport system di empat bandara, yaitu Husein Sastranegara, Kertajati, Halim Perdanakusuma, dan Soekarno-Hatta.

Dalam konsep itu, setiap bandara memiliki strategi bisnis dan potensi masing-masing sehingga saling mendukung. Misalnya Bandara Husein Sastranegara Bandung yang menjadi hub penerbangan pesawat balingbaling atau turboprop (propeller) untuk rute di Jawa dan luar Jawa.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan lokasi dan luas kawasan Bandara Husein Sastranegara sangat mendukung menjadi hub penerbangan pesawat turboprop. ”Kami akan menjadikan Husein Sastranegara sebagai bandara yang mendukung operasional pesawat turboprop dan propeller dengan menghadirkan berbagai rute penerbangan, baik berjadwal maupun tidak berjadwal,” ujar dia saat meninjau kesiapan Bandara Husein Sastranegara, kemarin.

Pihaknya juga mengupayakan agar Bandara Husein Sastranegara bisa optimal mendukung general aviation untuk pariwisata dan sebagainya. Ia menambahkan dengan menjadi hub penerbangan pesawat turboprop dan propeller, Bandara Husein Sastranegara bisa menjadi penghubung konektivitas destinasi pariwisata nasional.

Selain hub penerbangan, bandara tersebut ke depan diproyeksikan menjadi pusat bengkel pesawat atau maintenance, repair, overhaul (MRO) pesawat-pesawat turboprop dan propeller. Saat ini, kata dia, PT Angkasa Pura II tengah membahas secara intensif rencana pembangunan kawasan MRO tersebut dengan PT Dirgantara Indonesia. ”Kami ingin membangun ekosistem pesawat turboprop dan propeller di Bandara Husein Sastranegara.

Di samping dapat makin mengoptimalkan pesawat turboprop dan propeller di Indonesia, kami juga berharap konektivitas nasional makin luas, khususnya ke sejumlah daerah yang selama ini masih belum terjangkau penerbangan,” jelas Awaluddin. Sebagai hub turboprop dan propeller, Bandara Husein Sastranegara akan mendukung Bandara Kertajati di Majalengka, Jabar yang fokus melayani penerbangan pesawat jet berbadan sedang (narrow body) dan berbadan lebar (wide body).

Bandara Kertajati serta Halim Perdanakusuma dan Soekarno-Hatta saling mendukung, sehingga setiap bandara beroperasi secara efektif dan efisien, serta optimal dalam mendorong perekonomian dan pariwata nasional. ”Melalui konsep multi airport system, lalu lintas penerbangan dan penumpang terdistribusi baik. Keempat bandara saling mendukung satu sama lain,” tandas Awaluddin. (bn-18)