Upaya Mengembalikan Kejayaan Maritim

PROSES penghitungan suara pada pemilihan anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) atau Organisasi Maritim Internasional selesai dan hasilnya, Indonesia terpilih kembali menjadi anggota kategori C periode 2020- 2021 dalam sidang IMO Assembly di London, Inggris, akhir pekan lalu.

BPK RI juga terpilih sebagai auditor eksternal IMO, mengalahkan Inggris dan Italia. Keterpilihan Indonesia sebagai anggota Dewan IMO yang berisikan 40 negara dengan tiga kategori dari total 174 negara anggota IMO, menunjukkan pengakuan dunia atas eksistensi di sektor maritim internasional.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengucapkan selamat kepada delegasi Indonesia atas upaya serta pendekatan diplomatisnya, serta kepada rakyat Indonesia yang telah memberikan dukungan sehingga terpilih sebagai anggota Dewan IMO kategori C periode 2020- 2021.

‘’Alhamdulillah, hari ini (kemarin- Red) saya mendapatkan laporan dari London bahwa Indonesia terpilih kembali sebagai anggota Dewan IMO kategori C periode 2020-2021. Dengan menjadi anggota Dewan IMO kategori C dan terpilih eebagai external auditor ,kita manfaatkan kesempatan tersebut untuk melanjutkan pembangunan di sektor maritim agar dapat memberikan kemaslahatan kepada masyarakat,” ujar Budi, kemarin.

Menjadi anggota Dewan IMO kategori C memberi kesempatan Indonesia ikut serta dalam menentukan kebijakan-kebijakan IMO yang sangat berpengaruh pada dunia kemaritiman. Direktur Jenderal Perhubungan Laut R Agus H Purnomo menyatakan 139 negara memberikan suaranya untuk Indonesia dalam pemilihan anggota Dewan IMO dengan sistem voting.

”Indonesia kembali menjadi anggota Dewan IMO kategori C periode 2020-2021 dengan 139 suara dan menduduki peringkat ke-5 dari 24 negara anggota IMO yang mencalonkan di Dewan IMO kategori C,” kata dia. Dewan IMO kategori C merupakan perwakilan dari negara-negara yang mempunyai kepentingan khusus dalam angkutan laut dan mencerminkan pembagian perwakilan yang adil secara geografis.

Dalam pemilihan anggota dewan itu, ada 168 negara anggota yang hadir pada Sidang Ke-31 Majelis IMO, dan hanya 165 negara yang memiliki hak suara. Tiga negara lain dianggap tidak eligible memberikan suara. Pada pemilihan anggota dewan kategori C, 165 pemilih dianggap sah suaranya.

Poros

‘’Di kategori C, Singapura menjadi negara yang menduduki peringkat pertama dengan perolehan 153 suara,’’ ungkap Agus. Peringkat selanjutnya berturut-turut Malta (145), Malaysia (142), Siuprus (140), Indonesia (139), Bahama (137), Afrika Selatan (136), Meksiko (135), Cile (134), Belgia (133), Mesir (132), Peru (132), Maroko (131), Denmark (130), Turki (129), Thailand (127), Jamaika (125), Filipina (119), Kuwait (112), dan Kenya (111).

Empat negara lain tidak masuk dalam keanggotaan Dewan IMO kategori C, yaitu Nigeria dengan suara 110, Arab Saudi (106), Polandia (101), dan Liberia (100).

Satu negara, yaitu Qatar mengundurkan diri sebagai kandidat anggota Dewan IMO kategori C. Menjadi anggota Dewan IMO kategori C merupakan upaya dan menjadi salah satu pencapaian Indonesia dalam mengembalikan kejayaan maritim untuk menjadikan sebagai poros maritim dunia.

Anggota Dewan IMO kategori Adan B telah pula diumumkan. Kategori A terdiri atas 10 negara yang mewakili pelayaran niaga internasional terbesar dan penyedia angkutan laut internasional terbesar, yakni Jepang, Korea Selatan, Italia, Tiongkok, Yunani, Panama, Inggris, Norwegia, AS, dan Rusia.

Kategori B juga 10 negara yang mewakili kepentingan terbesar dalam International Seaborne Trade. Sesuai dengan urutan perolehan suara terbanyak adalah Australia, Jerman, Prancis, Brasil, Spanyol, India, Kanada, Uni Emirat Arab, dan Argentina.

Swedia yang pada periode sebelumnya menjadi anggota dewan kategori B, tidak lagi terpilih karena jumlah suarahnya di urutan terakhir. Di samping anggota dewan, dilaksanakan pula pemilihan auditor eksternal IMO dengan periode kerja 2020 sampai 2023. BPK RI mengajukan diri bersaing dengan Italia dan Inggris. (Budi Nugraha-18)