image

Foto: AFP Photo / Christophe Simon

12 September 2017 | 09:10 WIB | Dunia

PSG Yakin Tak Langgar FFP Seiring Pendapatan yang Terus Meningkat

PARIS, suaramerdeka.com - Seiring pendapatan yang terus meningkat, Paris Saint-Germain yakin tak melakukan pelanggaran aturan Financial Fair Play. Keyakinan itu diungkapkan Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi.

"Kami sudah bekerja sangat keras selama enam tahun terakhir untuk meningkatkan pendapatan klub dan pendapatan kami sudah naik lewat penjualan tiket, sponsor, merchandise, hari pertandingan, dan hak siar TV dari sebelumnya 90 juta euro menjadi sekitar 500 juta euro, dengan dua musim terakhir berbuah keuntungan. Kami sekarang berencana untuk terus meningkatkan pendapatan kami antara 20 hingga 40 persen," ujar Al-Khelaifi kepada The Telegraph.

Dengan aktivitas belanja gila-gilaan pada musim panas ini, PSG menyedot perhatian banyak kalangan. Mereka sukses memecahkan rekor transfer termahal dunia ketika mendatangkan Neymar dari Barcelona dengan biaya 222 juta euro. Belum berhenti sampai di situ, Les Parisiens juga meminjam Kylian Mbappe dari AS Monaco dengan opsi pembelian sebesar 180 juta euro.

Aktivitas transfer PSG itu membuat UEFA melakukan penyelidikan sekaligus mencari tahu apakah ada pelanggaran aturan Financial Fair Play yang dilakukan oleh PSG. Namun Al-Khelaifi melontarkan keyakinannya terkait persoalan ini dan menyebut PSG tak perlu risau dengan adanya penyelidikan UEFA.

"Kami punya waktu setahun untuk memenuhi kriteria FFP. Kami punya waktu hingga 30 Juni 2018. Jadi, saya ingatkan semua orang, santai dan pikirkan soal proyek kalian. Kami memikirkan soal membangun proyek kami. Ada tekanan dari klub-klub lain, tapi saya pikir UEFA tidak akan terpengaruh oleh tekanan karena mereka amat profesional dan amat serius. Untuk kesekian kalinya, saya sangat yakin. Kami menghormati semua klub dan kami mengharapkan hal yang sama. Kami menghormati semua aturan dan regulasi," tegasnya.

Lebih lanjut lagi, Al-Khelaifi juga bercerita soal efek dahsyat yang didapatkan klubnya dari pembelian Neymar.

"Saya bicara dengan pemilik Globo TV di Brasil dan dia bilang: 'Coba tebak berapa banyak orang di Brasil yang menonton perkenalan Neymar -- cuma perkenalannya saja, bukan pertandingan pertama!'. Saya jawab 'lima juta?', dia bilang 'tidak'. Saya jawab 'sepuluh juta?', dia bilang 'tidak, 85 juta'," ungkap Al-Khelaifi.

"Hari ini kami punya masalah bagus untuk dipecahkan. Kami tak punya cukup banyak jersey! Ini sangat berarti bagi kami. Saya berada di Amerika Serikat pekan lalu dan saya melihat jersey Paris Saint-Germain di mana-mana. Di Asia, Amerika Latin, dan Timur Tengah juga sama," katanya.

(Andika Primasiwi /DS /CN26 )