• KANAL BERITA

Komdis PSSI Jateng Panggil Persiku Yr dan HBFC

Dugaan Pemalsuan Umur

BERKAS:  Komisi Disiplin PSSI Jawa Tengah menunjukkan berkas pendaftaran pemain dari Hati Beriman FC dalam jumpa pers usai sidang protes Persiku Yr terkait dugaan pemalsuan umur di Liga Soeratin U-17 Jateng, di kantor Asprov PSSI Jateng, Selasa (3/12) siang. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)
BERKAS: Komisi Disiplin PSSI Jawa Tengah menunjukkan berkas pendaftaran pemain dari Hati Beriman FC dalam jumpa pers usai sidang protes Persiku Yr terkait dugaan pemalsuan umur di Liga Soeratin U-17 Jateng, di kantor Asprov PSSI Jateng, Selasa (3/12) siang. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Komisi Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah menggelar sidang perdana menanggapi protes Persiku Kudus Yunior terkait dugaan pemalsuan umur pemain Hati Beriman FC (HBFC) dalam kompetisi Liga Soeratin U-17 Jateng 2019 di kompleks perkantoran Stadion Citarum Semarang, Selasa (3/12) siang.

Komdis PSSI Jateng memanggil perwakilan Persiku Yr, operator kompetisi Liga Soeratin U-17 Jateng 2019, dan perwakilan Hati Beriman FC beserta kapten tim, Anggi Rio Putra Pratama yang menjadi objek protes dalam sidang ini. Persiku Yr dan HBFC menyerahkan berkas bukti masing-masing dalam persidangan ini. Hadir dalam sidang ini Ketua Komdis PSSI Jateng, Yakub Adi Kristanto bersama tiga anggotanya Didik Saptiyono, Heri Fitriansyah, dan Akhmad Kamali.

''Beberapa fakta dan berkas bukti dari kedua klub sudah kami terima dan jumlahnya cukup banyak. Ini akan menjadi kajian kami dalam rapat lanjutan sebelum memberikan keputusan dalam waktu dekat,'' kata Didik yang menjadi juru bicara Komdis PSSI Jateng dalam jumpa pers usai sidang.

Dalam kasus ini, Didik menjelaskan regulasi Liga Soeratin U-17 Jateng 2019 terkait syarat pendaftaran pemain ada di pasal 29 yang berbunyi pemain di kompetisi ini didaftarkan dengan melampirkan akta kelahiran, ijazah, kartu keluarga, dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Di dalamnya tidak dicantumkan apakah akta kelahiran atau kartu keluarga dibuat lama atau baru dan tidak tercantum jenis ijazah harus SD atau SMP.

''Di akta kelahiran memang diterbitkan tahun 2010 untuk pemain HBFC yang diprotes oleh Persiku, lalu ijazah yang dilampirkan yakni tingkat SMP dengan NISN 0025100510. Semua ini sudah sesuai dengan pasal 29 itu. Kalaupun jika ada pemalsuan usia, itu terjadi di luar kompetisi Liga Soeratin U-17 dan tidak ada rekayasa dari operator kompetisi,'' jelas Didik.

''Data-data dari Hati Beriman ini bisa digugurkan jika ada data pembanding yang menyebut akta kelahiran pemainnya ternyata tertera kelahiran 2000 bukan 2002. Atau ada bukti dari buku induk sekolah atau ada surat kenal lahir asli. Beberapa waktu ke depan komdis akan mengkaji ini dan segera memberikan keputusan,'' lanjut Yakub di kesempatan yang sama.

Investigasi

Sebelumnya, Persiku Yr melakukan protes setelah mereka melakukan investigasi terkait tanggal kelahiran Anggi Rio, penggawa klub meraih gelar juara Liga Soeratin U-17 Jateng 2019. Tim Kuasa Hukum Persiku, Slamet Riyadi mengatakan Anggi Rio merupakan remaja kelahiran Kabupaten Semarang 30, Agustus 2000 dari keterangan tertulis

Kepala SD Sidorejo Lor 07 Salatiga, Sri Wahyuningsih beberapa waktu lalu saat perwakilan Persiku. Lembaga itu menjadi tempat Anggi Rio mengenyam bangku SD. Di sana juga didapat bahwa Anggi Rio memiliki NISN 0008796304 Adapun dalam data pendaftaran pemain Anggi Ruo kelahiran Kabupaten Semarang, 30 Agustus 2002. Hal ini satu diantara beberapa temuan yang membuat klub  runner up  Liga Soeratin U-17 Jateng 2019 mengajukan protes.

''Kami mengharapkan keputusan seadil-adilnya untuk kemajuan sepak bola di Jateng. Kami harap komdis juga menggali fakta ke sekolah yang kami maksud. Sebab tidak lazim seorang siswa memiliki dua NISN. Kalau hasilnya tidak memuaskan kami akan banding,'' kata Slamet didampingi anggota tim kuasa hukum lainnya, Dio Hermansyah.

Sementara itu Manajer Hati Beriman, Rike Dwi menegaskan pihaknya sudah memenuhi persyaratan pemain yang diminta PSSI Jateng. Yakni dokumen administrasi kependudukan dan dokumen kependidikan. ''HBFC telah memenuhi persyaratan yang diminta PSSI Jateng dan tidak melakukan tindakan melanggar hukum untuk memenuhi persyaratan itu,'' katanya.


(M Alfi Makhsun/CN26/SM Network)