image

PELATIHAN MANAJEMEN: Tim training PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) memberikan materi dalam pelatihan managemen ritel bagi para pedagang kecil di Ruang Jatijajar, Komplek Pendopo Rumah Dinas Bupati. (suaramerdeka.com / Supriyanto)

14 September 2017 | 07:15 WIB | Ekonomi dan Bisnis

Alfamart Latih 70 Pedagang Kecil soal Manajemen Ritel

KEBUMEN, suaramerdeka.com -Usaha warung eceran yang menjual kebutuhan sehari-hari sering menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memulai usaha. Selain modal yang relatif kecil, pengelolaan dianggap mudah dan keuntungan yang relatif besar menjadi daya tarik memiliki usaha warung eceran. Akan tetapi, tidak sedikit pedagang mikro kecil dan menengah itu tidak berkembang bahkan merugi.

Hal itu disebabkan pengelolaan yang tidak baik. Salah satu contoh penyebab kerugian ialah tidak adanya pencatatan, dan pemisahan antara barang yang menjadi modal usaha dengan yang dikomsumsi sendiri. Demikian terungkap dari puluhan pelaku UMKM saat mengikuti pelatihan manejemen ritel modern yang digelar oleh PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) di ruang Jatijajar, Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Rabu (13/9).

Deputi Branch Manager Alfamart Cilacap Bambang Triyanto menjelaskan, kondisi tersebut mendorong Alfamart sebagai salah satu ritel modern untuk menjalankan pelatihan manajemen ritel yang diikuti pedagang kecil. Tujuannya, mengajak pelaku UMKM khususnya yang memiliki bisnis ritel untuk memahami manajemen ritel modern. "Ritel tradisional dan modern sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi," imbuh Bambang Triyanto di sela-sela acara.

Pelatihan yang dibuka oleh Wakil Bupati KH Yazid Mahfudz tersebut diikuti 70 pemilik warung dan pedagang kecil. Hadir Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Siti Wahyuroh dan Corporate Comunication PT Sumber Alfaria Trijaya Muhammad Afran. Dalam pelatihan tersebut, para pedagang mendapatkan materi terkait manajemen penataan barang, pengaturan stok barang, manajemen keuangan, tips mengamati tren pasar terkait produk yang diminati dan pelayanan kepada konsumen.

Pedagang juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menata barang agar manarik konsumen. "Bukan hanya menjaga kebersihan, pemilik warung harus segera mengisi barang yang cepat habis, agar tidak terjadi kehilangan potensi penjualan," katanya.

Corporate Comunication PT Sumber Alfaria Trijaya Muhammad Afran menambahkan, pelatihan menejemen ritel tersebut merupakan salah satu CSR yang dijalankan Alfamart sebagai dorongan usaha ritel tradisional. Alfamart juga memiliki program yang berorientasi membantu UMKM dengan membantu memenuhi pasokan barang melalui outlet binaan Alfamart (OBA).

(Supriyanto /SMNetwork /CN26 )