image

Foto: suaramerdeka.com / dok

14 September 2017 | 06:36 WIB | Semarang Metro

Santri Harus Pegang Teguh Pendidikan Karakter Pesantren

SEMARANG, suaramerdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di hadapan sekitar 1.500 santri ponpes Al-Huda, berpesan agar santri bisa memegang teguh pendidikan karakter yang menjadi ciri khas pesantren. Terlebih bangsa ini kini menghadapi masalah serius, khususnya terkait etika di media sosial dengan banyaknya fitnah dan ujaran kebencian.

"Banyak paham dijual (di dunia maya internet), komunis, radikal, semua 'dijual'. Kita negara yang punya perikemanusiaan yang beradap, berketuhanan, maka Indonesia punya ukurannya. Prinsip saling menghormati harus terus dijaga," kata Ganjar saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Al Huda, Desa Jetis, Kecamatan Kutasari, Kebumen, Rabu malam, 13 September 2017.

Namun demikian, Ganjar mengungkap tantangan yang masih dihadapi santri. Jika untuk persoalan mengaji dan budi pekerti sudah beres, masih ada pekerjaan besar lain yakini mengeksplorasi solusi permasalahan global.

"Semisal farmasi, jamu yang bahan bakunya memiliki potensi besar namun ternyata produksinya masih kalah dengan Tiongkok dan India. Padahal apa saja di sini ditanam subur. Maka santri mesti punya kemampuan agar kita bisa berkompetisi di dunia era global ini," katanya.

Sementara pengasuh Ponpes Al Huda KH Wahib Machfudz, dalam sambutannya menyampaikan tentang kondisi fasilitas dan pola pendidikan di pesantrennya. Ia menyambut kehadiran gubernur, sebab dirinya yang merupakan keturunan ketiga mengelola pesantren ini, tapi baru kali ini didatangi gubernur.

"Mudah-mudahan Pak Ganjar dalam memimpin Jateng bisa aman, lancar, syukur bisa sampai dua kali periode," ujarnya disambut tepuk tangan ribuan santri.

(Achmad Rifki /SMNetwork /CN34 )