image

foto ilustrasi - istimewa

13 September 2017 | 23:30 WIB | Suara Muria

Pemkab Rembang Minta PLN Tidak Layani Pasang Listrik di Bangunan Liar

REMBANG, suaramerdeka.com– Pemkab Rembang meminta pihak PT PLN (Persero) untuk tidak melayani permintaan pemasangan aliran listrik pada bangunan liar. Salah
satu contoh bangunan liar yang dimaksud adalah sejumlah warung di sepanjang bantaran sungai di wilayah Jalan Pantura Kaliori.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto, kepada PLN Rayon Rembang dalam sebuah pertemuan, Selasa (12/9). Selain rawan terjadi musibah kebakaran, terindikasi sebagian besar pemilik warung merupakan warga pendatang dari luar kota Rembang.

“Kalau bangunan liar seperti di atas aliran sungai di Kecamatan Kaliori tidak diberi aliran listrik, maka mereka tidak akan mendirikan bangunan di wilayah itu. Selain itu, bangunan di atas aliran sungai juga rawan terjadi musibah kebakaran,” terang Bayu.

Selain berbagai macam kerawanan, warung di wilayah pinggir Jalan Pantura Kaliori, juga menyalahi izin mendirikan bangunan. Belum lagi, parkir truk sembarangan disebut sebagai salah satu penyebab terjadinya kecelakaan di wilayah tersebut.

“Permasalahan akan semakin kompleks, mulai menyalahi izin mendirikan bangunan, parkir secara sembarangan, sampai menjadi penyebap terjadinya kebakaran,” imbuhnya.

Menurut Bayu, dalam waktu dekat Pemkab Rembang akan kembali melakukan kajian terkait bangunan liar yang menyalahi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), seperti yang terdapat di Kecamatan Kaliori.

Manajer PLN Rayon Rembang, Sion Catur Sihono menjelaskan, pihaknya tidak dapat melakukan pemutusan secara sepihak. Pemutusan dapat dilakukan oleh
pihaknya setelah bangunan warung sudah tidak ada.

“Kami juga mendukung kebijakan Pemkab Rembang. Namun karena sudah terlanjur, kami bisa melakukan pencabutan listrik jika bangunannya sudah dibongkar, sebagai dasar pencabutan listrik,” papar dia.

(Ilyas al-Musthofa /SMNetwork /CN40 )