image

Foto: istimewa

13 September 2017 | 22:18 WIB | Nasional

Jokowi Diminta Jadi Penengah DPR-KPK

BANDUNG, suaramerdeka.com- Presiden Jokowi diminta tampil sebagai mediator guna  menyelesaikan permasalahan di antara DPR dan KPK .Persoalan di antara keduanya dinilai sudah tak sehat. Permintaan tersebut dilontarkan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Natsir, di sela-sela Silaturahim Kerja Nasional Saudagar Muhammadiyah di Bandung, Rabu (13/9).

"Konfliknya sudah terlalu jauh. Diharapkan Presiden Jokowi dapat menjadi  mediasi atas persoalan di antara keduanya," katanya.

Alasan Jokowi untuk ambil bagian, katanya, karena posisinya yang setara  dengan keberadaan dua lembaga tersebut, sehingga patut menjadi penengah. Masuknya Jokowi, katanya, jangan diartikan bahwa eksekutif mencampuri permasalahan tersebut.

"Mediator diperlukan dalam mengurai konflik kepentingan yang terjadi.  Problemnya sebenarnya di mana dan apa permasalahannya, karena itu Presiden perlu menjembataninya terutama pointnya apa," katanya.

Dalam pandangan Haedar Natsir, semestinya semua pihak mengedepankan  kepentingan yang lebih besar terlebih dengan upaya pemberantasan korupsi. Jangan karena dorongan persoalan bersifat kasuistis, KPK kemudian menjadi sasaran.

Sebalilnya, dia pun meminta bahwa sepanjang memang ada kelemahan dalam kinerja yang ditunjukan KPK terutama atas anggapan jadi alat politik dan kekuatan, solusinya adalah dengan melakukan perbaikan lembaga.

"Mari kita  kedepankan kepentingan bangsa dan negara," tandasnya.

(Setiady Dwi /SMNetwork /CN40 )