image

INDUSTRI GENTENG: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berdialog dengan pengusaha dan pelaku industri genteng di sentra genteng sokka di Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Rabu (13/9). (suaramerdeka.com/Supriyanto)

13 September 2017 | 21:54 WIB | Suara Kedu

Industri Lesu, Pengusaha Kerajinan Genteng Curhat ke Gubernur Jateng

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Industri genteng tradisional di Kebumen semakin lesu. Bahkan tidak sedikit pengusaha kerajinan genteng yang gulung tikar lantaran tak kuat bertahan. Kebijakan pemerintah yang lebih menekankan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu penyebab semakin muramnya wajah kerajinan genteng sokka. Belum lagi, produk genteng tradisional semakin kalah pamor dan ketinggalan dengan produksi pabrik besar.

Hal itu terungkap dalam dialog para pengusaha dan pelaku industri genteng dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Sentra Kerajinan Genteng Sokka, Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Rabu (13/9). Ganjar didampingi Wakil Bupati Kebumen, KH Yazid Mahfudz, dan jajaran Forkompinda. Tampak mendampingi Pemimpin Cabang Bank Jateng Kebumen, Wijanarko.

Hamdani, salah satu perajin mengatakan, karena lesunya pasar genteng, perajin pun terpaksa melepas genteng dengan harga murah. Dia mencontohkan pada Mei lalu, harga pokok produksi (HPP) genteng plentong Rp 1.400,-. Dia melepas dengan harga Rp 1.250,-.

"Ini terpaksa kami lakukan agar bisa membayar tenaga kerja, termasuk mengangsur cicilan," ujar Hamdani.

Dia menambahkan, kerajinan genteng menyebar 22 desa yang tersebar di empat kecamatan yakni Kebumen, Pejagoan, Klirong, dan Sruweng. Khusus di Kecamatan Sruweng terdapat sebanyak 350 orang perajin.

"Banyak kendala yang kami hadapi antara lain bahan baku, alat produksi yang tidak efisien, modal usaha," ujarnya.

Bentuk Koperasi

Dalam kesempatan itu, Ganjar menyimak pokok-pokok persoalan yang dihadapi para pelaku industri genteng. Ganjar meminta perajin genteng untuk tergabung dalam sebuah wadah koperasi. Dengan tergorganisasi dengan baik, pemerintah lebih mudah dalam melakukan intervensi.

"Lagi pula, jika perajin berdagang sendiri-sendiri susah melakukan koordinasi," ujar Ganjar Pranowo, yang usai dialog meninjau prabrik genteng Sokka.

Usai bertemu pengusaha dan pelaku industri genteng, Ganjar masih melakukan sejumlah kegiatan. Malam hari Ganjar menggelar silaturahmi dengan Pengasuh Pondok Pesantren Al Huda Jetis KH Wahib Mahfudz di Desa Kutosari. Setelah itu, Ganjar berdialog dengan masyarakat dalam acara Ngopi Bareng Gubernur di Desa Krakal, Kecamatan Alian.

(Supriyanto /SMNetwork /CN40 )