image

foto ilustrasi - istimewa

13 September 2017 | 20:42 WIB | Suara Pantura

Rutan Pekalongan Bantah Terlambat Tangani Medis Dua Napi yang Meninggal

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Agus Susanto alias Brewok, narapida (Napi) Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Pekalongan meninggal dunia, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton, Minggu (10/9) sekira pukul 09.00 WIB. Sebelum meninggal, Agus yang merupakan warga Desa Mejasem Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan itu,  diketahui mengalami sakit sesak nafas. Agus sendiri masuk Rutan, Jumat (2/5) lalu dan divonis empat bulan kurungan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan, Rabu (6/9). Dia seharusnya menghirup udara bebas bulan September ini.

Tak hanya itu, sebulan sebelumnya satu napi Rutan setempat diketahui juga meninggal dunia. Yakni Taufik A Sungkar, napi kasus narkotika. Taufik A Sungkar yang merupakan warga Jalan Jenderal Sudirman Medono Kota Pekalongan tersebut, menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Bendan Kota Pekalongan, Jumat (18/8) lalu. Diduga dia mengalami komplikasi. Taufik sempat dirujuk dan mendapat perawatan di rumah sakit setempat sejak, Rabu (15/8). Taufik sendiri divonis satu tahun kurungan penjara dan sudah menjalani hukuman sekitar enam bulan.

Menurut Kepala Rutan Klas IIA Pekalongan, Bawono Ika Sutomo, melalui Kepala Sub Sie Pelayanan Tahanan, Tavip Imam Haryanto, ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, Agus Susanto meninggal dunia karena sebelumnya mengeluh sakit sesak nafas. Sementara Taufik A Sungkar, kata dia, karena menderita komplikasi.

"Ke duanya (Agus Susanto dan Taufik A Sungkar-red) sempat mendapatkan perawatan di poliklinik Rutan. Kemudian, dirujuk ke rumah sakit, sebelumnya akhirnya
dinyatakan meninggal dunia," terang Tavip Imam Haryanto.

Dijelaskan, Agus semula mengeluh sesak nafas dan nyeri di bagian dada. Ia sempat ditangani tim medis poliklinik Rutan, sebelum akhirnya dirujuk ke IGD RSUD Kraton. Agus Susanto sendiri terakhir menghuni di kamar 10 khusus blok napi kasus pidana umum. Sementara, Taufik A Sungkar berada di kamar 8, khusus napi kasus narkotika.

"Agus sempat dibawa ke IGD untuk mendapat peratawan, selang berapa lama kemudian pihak rumah sakit menginformasi jika Agus meninggal dunia," tegasnya.

Pihaknya membantah, jika penanganan medis terhadap ke dua napi tersebut dikatakan terlambat. Sementara, penanganan yang sama juga dilakukan terhadap Taufik A Sungkar. Yang bersangkutan dirujuk ke IGD RSUD Bendan, dan mendapatkan perawatan sekitar empat hari. Tetapi, nyawanya tidak tertolong, dan meninggal dunia di rumah sakit.

"Segala sesuatu terkait pelayanan kesehatan terhadap napi sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Baik bagi mereka yang mengalami penyakit kronis mau pun tidak," ujarnya.

Menurutnya, setiap napi sebelum masuk Rutan dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu oleh tim medis. Itu dilakukan untuk mengetahui riwayat penyakit yang
diderita setiap napi. Dengan begitu, kata dia, tentu pola penanganannya akan berbeda dari pada mereka yang tidak memiliki penyakit kronis.

"Kita sudah kerja sama dengan berbagai rumah sakit maupun puskesmas dalam hal layanan kesehatan bagi napi," pungkas Tavip.  

(Kuswandi /SMNetwork /CN40 )