image

Warga Dukuh Jambe, Kelurahan Tambakromo, Cepu, mendapat bantuan air bersih bantuan alumni SMP Negeri 3 Cepu. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

14 September 2017 | 23:30 WIB | Suara Muria

BPBD Blora Ajukan Tambahan Anggaran Bantuan Air Bersih

BLORA, suaramerdeka.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora mengajukan tambahan anggaran untuk bantuan air bersih yang akan didistribusikan ke desa-desa di musim kemarau. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Blora, Sri Rahayu mengungkapkan, dana untuk pengadaan air bersih bantuan ke desa-desa sebelumnya telah dianggarkan dalam APBD 2017.

Jumlahnya sekitar Rp 300 juta. Hanya saja diperkirakan jumlah tersebut belum mencukupi. Sebab, cukup banyak jumlah desa yang warganya kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau dan mengajukan bantuan.

"Insya Allah dalam APBD Perubahan 2017 akan ada tambahan anggaran untuk bantuan air bersih. Bupati sudah berkomitmen untuk menambah anggaran," ujar Sri Rahayu, Kamis (14/9).

Hanya saja Yayuk, sapaan akrab Sri Rahayu, belum bisa menyebutkan berapa tambahan anggaran bantuan air bersih. Sebab, hingga kini APBD Perubahan 2017 masih dibahas di DPRD. Namun dia memperkirakan nominal tambahan anggaran akan mencukupi kebutuhan untuk pengadaan bantuan air bersih.

"Mudah-mudahan jumlahnya mencukupi," katanya.

Hingga saat ini sudah ada 161 desa dan kelurahan yang mengajukan bantuan air bersih ke BPBD. Ke-161 desa itu tersebar di 15 dari 16 kecamatan di Blora. Satu-satunya kecamatan yang luput dari kekeringan adalah Kecamatan Kradenan.

Menyikapi kekeringan yang terjadi di Blora, sejumlah pihak mulai pekan lalu mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa. Penyaluran bantuan tersebut berkoordinasi dengan BPBD. Sejumlah pihak yang memberikan bantuan air bersih di antaranya paguyuban alumni SMA 1 Blora angkatan 1968-1971 dan 1979, MDMC Cepu, alumni SMP 3 Cepu 1994 dan 1998, CV Wahyu, Satlantas, dan Bhayangkari Polres Blora.

(Abdul Muiz /SMNetwork /CN40 )