image

SAPA PEDAGANG: Gubernur Ganjar Pranowo berbincang dengan pedagang ayam saat mengunjungi Pasar Dorowati, Kecamatan Klirong, Kebumen, Kamis (14/9). (suaramerdeka.com/Supriyanto)

14 September 2017 | 22:30 WIB | Suara Kedu

Korban Kebakaran Pasar Wonokriyo Keluhkan Minimnya Modal Berdagang ke Ganjar

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kamis (14/9) mengunjungi Pasar Wonokriyo, Kecamatan Gombong, Kebumen yang belum lama ini terbakar. Orang nomor satu di Pemprov Jateng itu berdialog dengan para pedagang yang menjadi korban kebakaran.

Para pedagang menyampaikan keluh kesahnya terutama soal minimnya modal untuk berdagang kembali. Dalam kebakaran itu, para pedagang mengaku kehilangan dagangan dengan nilai antara puluhan hingga ratusan juta. Akibatnya, mereka sulit untuk memulai kembali
berjualan lantaran kekurangan modal.

Slamet, salah satu pedagang yang sehari-hari berjualan pakaian mengaku barang dagangannya seluruhnya ludes saat terjadinya kebakaran.

"Kami meminta kepada Gubernur bantuan modal agar bisa berdagang lagi," ujar Slamet saat berdialog dengan Ganjar.

Kedatangan Ganjar didampingi Wakil Bupati Kebumen, KH Yazid Mahfud, Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti, Ketua DPRD Kebumen, Cipto Waluyo, dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di jajaran Pemkab Kebumen. 

Bantuan Modal

Ganjar menyampaikan, musibah kebakaran merupakan bencana yang tidak diduga. Dia meminta kepada perbankan untuk memberikan bantuan modal kepada para pedagang dengan bunga yang sekecil-kecilnya. Dengan adanya bantuan modal, dia berharap usaha dagang mereka bisa berputar kembali.

"Perbankan harus hadir dengan menyediakan program pembiayaan untuk para pedagang," ujar Ganjar, yang sebelumnya juga mengunjungi Pasar Dorowati, Kecamatan Klirong.

Kepada pedagang pasar, Ganjar berpesan untuk tidak terjerat hutang pada rentenir. Untuk itu, dia mempromosikan produk pembiayaan Bank Jateng berupa Mitra Jateng 25, program kredit dengan plafon maksimal Rp 25 juta dengan bunga yang sangat ringan.

"Dengan tambahan modal, pedagang bisa untuk menambah dagangan sehingga omset yang dimiliki semakin meningkat," ujarnya.

Merujuk data UPT Pasar Wonokriyo terdapat 672 los dan 111 kios dengan jumlah pedagang yang terdaftar di lokasi pasar yang terbakar. Saat ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyiapkan tempat untuk relokasi bagi para pedagang korban kebakaran. Tempat yang disediakan untuk menampung pedagang korban kebakaran yakni lantai II Pasar Wonokriyo dan Terminal Non Bus Gombong.

"Jika relokasi menggunakan dana pemerintah tentunya ada mekanisme sehingga butuh waktu. Berbeda dengan jika menggunakan dana swadaya, tentu cepat dilaksanakan," ujar Kepala Disperindag Kebumen, Nugroho Tri Waluyo. 

(Supriyanto /SMNetwork /CN40 )